About

Hi guys... blog ini menghimpun serakan fakta-fakta dan kisah-kisah misterius yang selalu mngundang rasa penasaran banyak orang. Apakah kamu termasuk penggemar cerita sejenis itu? Legenda-legenda misterius semisal teka-teki Segitiga Bermuda, kebenaran Benua Atlantis, keberadaan UFO, fakta kehidupan di Planet Mars, atau kondisi masa lalu Pulau Irian, misteri perputaran waktu, kutukan kematian dari Mesir jejak-jejak reinkarnasi, misteri bangunan terberat di dunia, kebenaran cerita vampir, dan lain sebagainya. Jadi, simak artikelnya dan tuntaskan rasa penasaranmu! Kalo suka please follow ya...Enjoy :)
Showing posts with label Misteri. Show all posts
Showing posts with label Misteri. Show all posts

Tuesday, July 17, 2012

Machu Picchu Kota yang Hilang

Ketika bangsa Spanyol menginvasi daratan Amerika ada bangsa yang tersingkirkan. Mereka adalah suku Inca. Machu Picchu ditengarai sebagai kota berpeninggalan suku Inca yang merekam kejayaan mereka. Lokasinya yang jauh tersembunyi di pedalaman menjadikan kota ini tidak tersentuh kolonialis. Beratus-ratus tahun lamanya, kota ini tidak terusik keberadaannya. Hal itu pula yang menyelamatkannya dari kehancuran.

Machu Picchu terletak pada 2.430 m di atas permukaan laut yang berdiri di atas sebuah lembah Urubamba, Pegunungan Andes, Peru sekitar 70 km dari barat laut Cusco. Machu Picchu artinya "puncak tua" atau umumnya dikenal sebagai "kota yang hilang". Kota ini adalah peninggalan Kerajaan Inca yang dibangun sekitar 1450 SM. Prahara yang menimpa daratan Amerika dengan datangnya bangsa dari Eropa memporakporandakan Kerajaan Inca yang memang telah mengalami kemunduran. Namun, kota Inca luput dari maut, tidak tersentuh, dan terselamatkan.

Machu Picchu baru ditemukan kembali pada 24 Juli 1911 oleh seorang professor dari Amerika, Hiram Bingham. Sebelum Bingham, ditengarai ada orang lain yang lebih dulu menemukan kota ini, yakni Enrique Palma, Gabino Sanchez, dan Agustin Lizarraga. Tiga orang tersebut mengukir nama mereka pada salah satu dinding batu karang. Namun, Bimghamlah yang mengumumkan pada dunia perihal penemuannya itu.

Banyak para ahli arkeolog bersilang pendapat mengapa Machu Picchu dibangun di ketinggian tersebut. Ada yang berasumsi bahwa kota ini dibangun bukan sebagai benteng pertahanan belaka, Machu Picchu adalah tempat tinggal Kaisar Inca Pachacuti. Sementara arkeolog lain mengungkapkan kemungkinan berbeda, bahwa pembangunan Machu Picchu mungkin berkaitan dengan ilmu pengetahuan. Ada satu bangunan yang berada di atas gunung yang diperkirakan dibangun khusus untuk mempelajari ilmu perbintangan atau astronomi. Namun, teori yang paling banyak berkembang menyebutkan Machu Picchu adalah kota yang dibangun sebagai tempat pemujaan para dewa suci mereka.


Machu Picchu di Pegunungan Andes
Terlepas dari silang pendapat, ritus peninggalan ini menggambarkan kehidupan masa lampau yang luar biasa. Banyak bangunan didirikan di atas kemiringan lembah yang sebenarnya tidak memungkinkan sebuah bangunan dapat berdiri. Bagaimana bangsa Inca membangun Machu Picchu itu masih menjadi misteri. Materi bangunan berasal dari batu berukuran mahabesar. Bagaimana bangsa Inca menaukkan atau memindahkan batu-batu itu di ketinggian Pegunungan Andes? Satu yang bisa dipastikan bangsa Inca tidak mengenal roda apalagi gerobak pengangkut barang.















Wednesday, December 7, 2011

Lemuria Bangsa yang Bermigrasi

Membicarakan Sejarah masa lalu tidak semudah yang dibayangkan. Hal ini disebabkan cerita-cerita masa lalu kadang dikumpulkan hanya dari potongan-potongan cerita yang berserakan. Para ilmuwan , arkeolog, antropolog, dan peneliti berusaha merekonstruksi potongan tersebut menjadi cerita yang utuh. Namun, tetap saja cara ini menciptakan banyak versi. Karena di dalamnya pula melibatkan interpretasi yang sangat sukar menghindari subjektivitas.

Tidak dapat dipungkiri, sejarah perdaban manusia di dunia masih dilingkupi banyak misteri. Berpijak pada peninggalan-peninggalan arkeologis yang berhasil ditemukan sejauh ini, sepertinya kita tidak dapat meremehkan apa yang telah dicapai manusia tempo dahulu. Peradaban yang mereka bangun bahkan tidak menutup kemungkinan lebih maju dan lebih tinggi dibandingkan dengan yang dicapai manusia zaman sekarang.

Namun, mengapa nenek moyang kita hanya meninggalkan setumpuk artefak-artefak bisu yang membuat kita semakin bertanya-tanya apakah gerangan yang terjadi?

Diceritakan legenda turun-temurun bangsa Lemuria telah meninggalkan bumi menuju suatu planet yang berkarakter mirip bumi. Planet itu adalah Planet Erra atau Terra yang bertempat di gugus bintang Pleiades. Bangsa ini terpaksa mengungsi karena diserang oleh bangsa Athlean penghuni Kerajaan Atlantis.

Lemuria adalah peradaban kuno yang diperkirakan hidup pada periode 75000 SM-11000 SM lebih tua dari peradaban Atlantis. Pulau Ester atau Pulau Paskah ditengarai merupakan sisa peradaban Lemuria. Pulai ini mendapatkan keajaiban khusus bagi arkeolog karena di tempat ini sebuah keajaiban dipertontonkan. Pulau yang kurang lebih seluas 4000 km dikelilingi ratusan patung batu Moai yang berukuran raksasa. Ratusan patung besar itu kira-kira tingginya 33 sampai 66 kaki dan beratnya 14 sampai 80 ton.

Pulau Paskah (bahasa Polinesia: Rapa Nui, bahasa Spanyol: Isle de Pascua) adalah pulau yang terletak di selatan Samudra Pasifik. Secara administratif pulau ini termasuk wilayah Provonsi Valparaiso, Cili.

Sergio Rapu, seorang arkeolog yang meneliti Pualu Paskah menemukan arti dari nama moai, yakni "wajah hidup leluhur kami". Dia memperkirakan pembuatan patung-patung itu sebagai bentuk pemujaan kepada leluhur mereka. Wajah patung yang membelakangi lautan dan menghadap perkampungan dipercaya sebagai cara leluhur melindungi dan menjaga para penduduk pulau itu.
Suku Maori dan suku Samoa yang bertempat tinggal di pulau-pulau sekitar Pasifik memercayai bahwa dahulu kala pernah ada dataran besar di Pasifik. Penghuni daratan tersebut memiliki peradaban yang sangat maju. Namun, sebuah peperangan besar-besaran menghancurkan bangsa tersebut. Perang terjadi antara bangsa Lemuria dan bagnsa Athlean. Bangsa Atlantis keluar sebagai pemenang dan menyingkirkan bangsa Lemuria. Namun, episode berikutnya sang pemenang berikut peradabannya hancur. Bukan diserang bangsa lain, melainkan oleh kekuatan alam. Bencana besar berupa tsunami dan gempa bumi menenggelamkan dataran yang mereka tinggali.

Keberadaan bangsa Lemuria berhasil diidentifikasi oleh Augustus Le Plongeon (1826-1908), seorang peneliti dan penulis yang mengadakan penyelidikan terhdapa situs-situs purbakala peninggalan bangsa Maya di Yukatan. Setelah bekerja keras akhirnya Plongeon berhasil menerjemahkan beberapa lembar catatan kuno bangsa Maya. Hasil terjemahan tersebut menginformasikan keberadaan bangsa Lemuria. Bangsa Maya mencatat bahwa bangsa Lemuria berusia lebih tua daripada bangsa Atlantis yang dipercaya sebagai nenek moyang bangsa Maya. bangsa Lemuria dan Atlantis pernah hidup dalam periode waktu yang sama. Sebelum bangsa Atlantis menyerang Lemuria dan sebelum bencana meluluhlantakkan kedua peradaban tersebut.

Melalui pnerawangan Edgar Cayne, seorang spiritualis dari Amerika Serikat (baca: Jejak-Jejak Reinkarnasi) mengungkapkan kehidupan bangsa Lemuria dan Atlantis. Dia menceritakan keberadaan kristal generator raksasa yang dikelilingi kristal-kristal lain sebagai sumber tenaga dan penyembuhan. diceritakan bangsa Lemuria adalah manusia-manusia yang memiliki tingkat spiritual tinggi, menjunjung perdamaian, dan sangat bermoral. Berbeda dengan bangsa Atlantis yang mengandalkan kekuatan fisik dan suka berperang. Hal ini pulalah yang menyebabkan kekalahan Lemuria atas Atlantis.

Lemuria berasal dari kata "mu" atau "Mu-Devi" yang berarti "Tanah Leluhuhr/Ibu Pertiwi". Mu-Devi adalah ibu dewi Hindu Shiva. Di Pulau Paskah berhasil ditemukan beberapa lembaran berisi tulisan. Sampai saat ini tulisan tersebut yang dikenal dengan rongorongo belum dapat diterjemahkan. Guillaume de Hevesy, seorang sarjana dari Honaria berhasil menemukan persamaan karakter rongorongo dengan tulisan prasejarah India Kuno. Pada rongorongo terdapat cap dari Mohenjo-Daro. Rongorongo kemungkinan berarti damai-damai yang isinya tentang dokumen mengenai Pulau Paskah, bagaimaan pembuatan dan pendirian patung raksasa Moai serta eksistensi bangsa Lemuria sendiri.




Monday, December 5, 2011

Mempertanyakan Kunjungan UFO Masa Purba

Kemunculan tamu asing dari peradaban luar bumi ternyata tidak hanya ramai dibicarakan pada masa sekarang. Jauh-jauh hari pada peradaban terdahulu telah terekam tanda-tanda kehadiran tamu asing tersebut. Apakah mereka benar-benar pernah hadir di Bumi ataukah ini semacam imajinasi kolektif umat manusia akhirnya akan memunculkan cerita-cerita tamu makhluk asing. Terlepas imajinasi atau tidak, hal ini adalah buah kesadaran manusia terhadap kebesaran alam semesta. Di alam yang tidak tak terbatas ini apakah hanya manusia satu-satunya peradaban yang diciptakan Tuhan?

Dunia pernah dibuat terkejut ketika beredar kabar telah ditemukan Batu Dropa dan Lempeng Lolladoff. Artfeak purba Batu Dropa ditemukan tahun 1938 oleh tim dari Beijing University ketika melakukan ekspedisi di wilayah terpencil di Bayan-Kara-Ula di kaki pegunungan Himalaya. Seorang bernama Chi Pu Tei diceritakan memimpin ekspedisi tersebut. Mereka berhasil menemukan kuburan-kuburan kecil yang bersisi kerangka-kerangka manusia dengan tinggi sekitar 1-1,2 m di dalam gua. Di dalam kuburan itu pula mereka menemukan batu-batu lempeng berbentuk lingkaran yang berdiameter sekitar 30 cm dengan ketebalan hampir 1 cm. Batu-batu yang ditemukan berjumlah 716 buah diperkirakan berusai sekitar 12.000 tahun. Artefak inilah yang dinamakan Batu Dropa. Setelah diadakan penelitian ternyata lempeng Batu Dropa berisi tulisan mikroskopik yang sangat rumit.

Tulisan di Batu Dropa berhasil ditransletrasikan oleh Dr.Tsum Um Nui. Ketika dipublikasikan, dunia sempat dilanda kegemparan. Tulisan dalam Batu Dropa yang katanya berhasil ditransletrasikan itu mengundang kontroversi. Tulisan itu menceritakan sebuah ras alien bernama Dropa telah mendarat darurat di wilayah Himalaya. Mereka terpaksa tinggal di Bumi dan akhirnya hidup berdampingan dengan suku Han.

Hasil penelitian ini sempat dicekal oleh Beijing Academy of Pre-History. Namun, setelah dilakukan berbagai usaha akhirnya paper akademik tersebut diterbitkan pada 1962. Selain menimbulkan kegemparan, apa yang diungkapkan Tsum Um Nui mendapatkan cemoohan dari kalangan ilmuwan. Tidak tahan dengan tekanan yang ditujukan kepadanya Tsum Um Nui menarik diri dari dunia akademik dan tinggal di Jepang sampai akhir hidupnya.

Sementara itu, Lempeng Lolladoff adalah lempengan batu yang ditemukan di wilayah Nepal. Lempeng Lolladoff menggambarkan objek berbentuk piring terbang dan makhluk alien. Lempeng ini diperkirakan berusia 12.000 tahun dan petama kali dipublikasikan tahun 1947 oleh Profesor Lolladoff.

Setelah diadakan penelitian lebih lanjut kebenaran Batu Dropa dan Lempeng Lolladoff mulai terkuak. Ternyata dua penemukan tersebut hanyalah kisah fiksi belaka. Keberhasilan Tsum Um Nui menerjemahkan tulisan mikroskopis di lemepeng Batu Dropa menimbulkan tanda tanya besar. Kamus dan pengetahuan bahasa apa yang dia pakai dalam menerjemahkan tulisan tersebut? Sampai sejauh ini tidak pernah diketahui adanya kamus untuk mengartikan bahasa Dropa. Memang, ada suku Dropa yang mendiami wilayah Tibet bagian utara, tetapi bukan suku itu yang dirujuk Batu Dropa. Lagipula suku ini bukan suku pigmi seperti yang diceritakan Chi Pu Tei. Artefak Batu Dropa ditemukan sejumlah 716 buah, tetapi setelah diadakan penelusuran di museum-museum China bahkan seluruh dunia tidak ada artefak semacam itu ditemukan. Lebih mengejutkan lagi ternyata nama Tsum Um Nui disinyalir hanya fiktif belaka, begitu juga dengan Bejing Academy of Pre-History yang ternyata hanya sebuah akademi fiktif.

Bagaimaan dengan lempeng Lolladoff?

Lempeng Lolladoff pertama kali dipublikasikan dalam buku Sungods in Exile yang ditulis oleh dr. Karly Robin Evans dan diedit oleh David Agamon. Pada 1988 kepada majalah Fortean Times, yang berisi kebohongan . Dr. Karly Robin Evans yang disebutnya sebagai penulis buku tersebut sebenarnya hanyalah tokoh imajiner. Jadi sama halnya dengan Batu Dropa. Lempeng Lolladoff pun artefak semu.

Jika Batu Dropa dan Lempeng Lolladoff terbukti hoax bagaimana dengan cerita di bawah ini.

Sebuah kuil peninggalan bangsa Mesir Kuno di Abydos merekam jejak keberadaan UFO purba. Kuil Abydos adalah peninggalan bangsa Mesir Kuno kira-kira didirikan 4000 SM. Pada masanya, kuil ini didirikan sebagai pusat pemujaan untuk Osiris. Pada salah satu dinding terdapat relief seperti helikopter, kapal selam, atau bisa dilihat seperti sebuah UFO. Sayangnya, tidak ada keterangan lebih lanjut gambar-gambar aneh itu mempresentasikan apa. Apakah relief itu benar-benar menggambarkan keberadaan pesawat-pesawat luar angkasa?
Relief Kuil Abydos yang belum terpecahkan
Selain Kuil Abydos, bangsa Mesir Kuno juga meninggalkan bukti sejarah lain, yakni sebuah papirus. Papirus ditemukan Alberto Siliotti berasal dari abad ke-15 SM yang merupakan buku harian Thutmosis III (Firaun Meskir Kuno dinasti ke-18, 1504-1450 SM). Papirus itu menceritakan kemunculan lingkaran api yang muncul di angkasa. Lingkaran itu tidak memiliki kepala, napasnya berbau busuk dan tidak bersuara. Semakin hari banyak lingkaran tersebut di langit. Para prajurit terus mengawasi benda-benda aneh di angkasa dan sang raja menyuruh rakyatnya membakar kemenyan agar mendapatkan keselamatan dan kedamaian.

Argumen bahwa UFO berikut penumpangnya pernah mengunjungi bumi tidak dapat dipastikan kebenarannya. Agaknya, ini masih menjadi misteri untuk tahun-tahun mendatang. Tantangan tersendiri bagi para arkeolog, sejarawan, dan astronom. Apakah benar-benar ada peradaban di luar bumi dan benarkah peradaban di bumi pernah dikunjungi peradaban dari luar?


Sunday, December 4, 2011

Kebenaran Salah Satu Versi Cerita Vampir (Bag1/2)

Transylvania adalah daerah provinsi yang terletak di Negara Rumania, Eropa Timur. Kota ini menjadi salah satu dedengkot cerita misteri di dunia. Dari kota inilah sebuah mitos muncul bukan hanya milik kolektif masyarakat setempat, melainkan menjalar ke seluruh penjuru dunia. Siapa yang tidak kenal drakula, sosok vampir yang selalu haus darah. Konon, drakula berasal dari Transylvania.

Mitos Drakula berkisah tentang seseorang makhluk penghisap darah yang menghantui kota. Dia adalah zombie atau mayat hidup yang berkeliaran di malam hari guna mencari mangsa. Konon, hanya satu yang ditakutinya, tidak lain tidak bukan adalah bawang putih. Dia tidak akan berani mendekat jika calon korbannya membawa bawang putih. Entah benar entah tidak, sosok Drakula bukan hanya hidup di mitos, melainkan di sejarah pula. Rumania mencatat sejarah nama Drakula dengan tinta merah. Tidak ada yang patut dibanggakan dari tokoh ini. Kenyatannya justru sejarah seperti ingin melupakan dan menghapusnya. Lebih mengenakkan mengingat nama Drakula dalam cerita mitos daripada sejarah. Semua itu tentu ada alasannya.

Nama asli Drakula adalah Vlad Tepes, lahir bulan Desember 1431 di Benteng Sighisoara, Transylvania, Rumania atau dikenal dengan Wallachia. Vlad Tepes adalah anak dari Basarab (Vlad II) yang terkenal dengan sebutan Vlad Dracul. Sebutan ini diperoleh karena keanggotannya dalam orde naga. "Dracul" dalam bahasa Rumania berarti naga, sedangkan akhiran "ulea" artinya anak dari. Jadi, Tepes dipanggil dengan nama Draculea atau Dracula yang berarti anak dari sang naga.
Vlad Tepes II - Dracula
Vlad II adalah seorang panglima militer. Sementara istrinya, Cneajna seorang bangsawan dari Kerajaan Moldovia. Ketika berumur 11 tahun, Dracula dan adiknya, Radu dikirim ke Turki sebagai jaminan kesetiaan Vlad kepada KErajaan Turki Utsmani. Vlad II berutang budi pada Turki Utsmani karena telah membantu merebut tahta Wallachia dari tangan rivalnya, Janos Hunyadi.

Sementara kecil Dracula bukan tipe anak manis. Dia kerap mencuri-curi waktu menonton adegan eksekusi mati dan menyiksa binatang sampai mati. Semakin hari bakat psikopatnya semakin terlihat. Dia merasa senang dan puas melihat mayat-mayat tanpa kepala dipancang di alun-alun kota. Hingga pada suatu ketika di Wallacia terjadi gonjang-ganjing politik. KOnflik tersebut berujung pada kematian Vlad II dan Mircea, kakak Dracula, pada 1448 M. Akhirnya, Sultan Muhammad II (di Eropa disebut Sultan Mehmed II) mengirimkan Dracula untuk merebut Wallachia kembali dari tangan Janos Hunyadi, sang pemimpin kudeta. Selama berada di Turki, Dracula memang memanfaatkan semua kesempatan yang dia miliki terutama belajar seni berperang, Turki memperlakukan Drakula dengan sangat baik. Drakula tumbuh menjadi pemuda yang cakap dalam berperang. Akhirnya, dengan bantuan 8000 prajurit Turki Utsmani, Dracula berhasil merebut tahta wallachia. Namun, dari sinilah kejahatannya dimulai, Dracula tidak hanya berkhianat pada Turki, tetapi juga pada pasukannya. Prajurit Turki yang tersisa dibantainya habis-habisan. Sama sekali sosok Dracula bukan pemimpin yang baik. Tidak ada satu pun kebaikan bersemayam di dadanya.

Dua bulan berselang Janos Hunyadi berhasil merebut tahta Wallachia. Akan tetapi, Drakula kembali berkuasa tahun 1456 hingga 1462. Pada masa pemerintahannya, Wallachia benar-benar menjadi neraka jahanam untuk orang-orang yang tidak disukai Dracula terutama umat muslim. Julukannya adalah Vlad the Impaler atau Vlad si Penyula. Dijuluki penyula karena seringnya dia membunuh dan menyiksa orang-orang dengan jalan menyula. Cara ini sangat biadab, orang yang masih hidup ditusuk dengan kayu kira-kira sebesar lengan orang dewasa. Kayu itu diruncingkan di bagian ujungnya lalu ditusuk dari pantat ke perut, menembus kerongkongan hingga kepala. Kemudian, orang yang malang itu dipancangkan di tengah lapangan. Dia akan mati perlahan-lahan sambil merasakan sakit luar biasa. Korban keganasan Drakula tidak hanya para tawanan perang, tetapi juga perempuan, anak-anak bahkan bayi.

Pada suatu ketika Dracula pernah mengumpulkan para bangsawan dan tuan tanah dalam pertemuan jamuan makan. Setelah jamuan tersebut selesai, dia memerintahkan agar semua yang hadir ditangkap. Dia mengincar orang-orang yang terlibat dalam pembunuhan ayah dan kakaknya itu disiksa dengan disula. Tidak hanya itu, Dracula membakar hidup-hidup 400 pelajar Turki yang tengaj belajar di Walllachia. Mereka ditangkapi, ditelanjangi, dan diarak keliling kota dan dibakar hidup-hidup.

Thursday, September 1, 2011

Manusia dari Masa Depan (Bag1/2)

Dua orang ini mengaku berasal dari masa depan. mereka datang dengan mesin waktu dengan membawa misi-misi khusus. Benarkah yang mereka ceritakan?

Andrew Carlssin
Apa yang Anda lakukan jika menjumpai orang yang selalu dinaungi keberuntungan. Orang itu mampu menggandakan ratusan dolar menjadi ratusan juta dolar. Praktik ilmu hitam, maniuplasi, atai konspirasikah dugaan anda? Pada 28 Januari 2003, FBI atas permintaan Secutiry and Exchange Commission (SEC) menahan seseorang atas dugaan melakukan insider trading. Kecurigaan bermula ketika SEC mengetahui seseorang berhasil meningkatkan pertofolionya senilai $800 menjadi $350.000.000 hanya dalam dua minggu. Orang itu adalah Andrew Carlssin pria berusia 44 tahun.

Orang biasa membutuhkan waktu berpuluh-puluh tahun untuk menyamai rekor yang dibuat Carlssin, itu pun belum tentu berhasil. Namin, Carlssin sepertinya mudah saja mendapatkan semua itu. Dia manruh portofolionya pada 126 keputusan trading yang berisiko tanpa sekalipun meleset. Dia melakukan keputusan-keputusan tidak masuk akal, tetapi siapa sangka satu demi satu keputusan tiu menggiringnya ke arah keberuntungan . Ketika diinterogasi FBI, pernyataan orang itu lebih mengejutkan lagi Dia mengaku berasal dari tahun 2256.

Untuk mendukung pernyatannya, Carlssin menawarkan diri memcahkan masalah yang sedang dihadapi Amerika saat itu, misalnya di maan tempat persembuyian Osama bin Laden atau memberi tahu obat yang dapat menyembuhkan penyakit AIDS. Baginya hal-hal tersebut biasa saja kerna pada zamannya hal itu telah diketahui oleh umum. Carlssin juga menerangkan bahwa dirinya telah melakukan perjalanan dengan mesin waktu. Namun, ketika FBI menantangnya utnuk membuktikan keberadaan mesin waktunya, Carlssin bersikeras menolak.

Anehnya setelah penangkapan itu, Carlssin tiba-tiba menghilang. Pengacaranya mengatakan seharusnya Carlssin menemuinya untuk acara dengar pendapat di pengadilan pada 2 April 2003. Namun, orang yang dimaksud tidak pernah muncul. Seiring dengan menghilangnya Carlssin, FBI dan SEC menyangkal telah menangkap seseorang bernama Carlssin. Padahal, sebelumnya situs berita resmi Weekly World News tanggal 25 Februari 2003 menulis artikel tentang Carlssin dan berita penangkapannya. Seperti ada yang ditutup-tutupi perihal Carlssin. Apakah dia benar-benar dari masa depan dan sekarang telah kembali ke amsanya? Seorang anggota SEC membocorkan rahasia bahwa tidak seorang pun mampu melacak asal usul Carlssin sebelum Desember 2002. Dia seperti datang tiba-tiba dan menghilang tiba-tiba.
Berita menghilangnya Andrew Carlssin

Wednesday, August 17, 2011

Segitiga Bermuda (Bag1/3)

Jika diadakan poling kisah misteri apa yang paling banyak menyedot perhatian dunia, maka misteri keberadaan Segitiga Bermuda mungkin masuk dalam daftar tingkat atas. Kisah Segitiga Bermuda menjadi fenomenal karena leenda ini membuat batas antara ilmiah dan supranatural terhamburkan. Segitiga Bermuda telah mengilhami berbagai penelitian ilmiah, tetapi hasil-hasil penelitian tersebut beberapa di antaranya mirip ramalan seorang paranormal yang bekerja berdasarkan intuisi.

Christoperh Colombus, penjelajah dari Portugis memulai cerita aneh tentang kawasan yang tidak ramah untuk dilewati. Diceritakan, para awak kapal Colombus dihantui peristiwa-peristiwa aneh saat melintas laut sebagai kawasan Segitiga Bermuda. Mereka menceritakan gangguan pada alat-alat navigasi, gerakan kompas yang kacau, terlihat panah api seperti meteor yang jatuh ke laut, dan cahaya yang tampak di tempat yang sangat jauh.

Di mana letak Segitiga Bermuda? Apakah memang benar membetuk segitiga? Wilayah yang disebut sebagai Seigitiga Bermuda (Bermuda Triangle) terbentang di wilayah Samudra Atlantik dimulai dari Miami, negara bagian Florida, Amerika Serikat ke Kota San Juan di Puerto Rico. Kemudian, dari San Juan ditarik garis menuju Pulau Bermuda dan dari Pulau Bermuda kembali lagi ke Miami. Wilayah ini menjadi misteri yang menakutkan seiring dengan seringnya kapal laut dan pesawat terbang hilang tanpa jejak atau mengalami kecelakaan besar ketika melewati perairan Segitiga Bermuda. Kecelakaan-kecelakaan tersebut selalu enuai hal-hal yang tidak masuk akal. Cerita tentang cahaya-cahaya yang tidak jelas asal usulnya, bayangan-bayangan yang menakutkan, atau sesuatu yang terbang berseliweran mirip UFO.

Sudah tidak terhitung pesawat dan kapal yang menjadi korban keganasan Segitiga Bermuda. Mereka menghilang tanpa jejak, secara tiba-tiba, dan tanpa meninggalkan sisa. Sungguh sesuatu yang sulit dinalar ke mana mereka semua. Daftar korban kawasan menakutkan ini selalu bertambah dari masa ke masa. Pada 1872, sebuah perahu bernama Mary Celeste awak kapalnya mengalami nasib yang sama. Kapal itu meninggalkan bermuda pada Januari 1880 menuju Inggris dengan 300 orang kadet dan perwira. Setelah berlayar kapal tersebut tidak pernah terlihat lagi, tidak bangkai kapal, pecahan kapal, tiang, atau sekoci penolong apalagi mayat penumpangnya. Kapal tersebut seperti hilang ditelan bumi.

Pada April 1925, kapal pengangkut barang Raifuku Maru dari Jepang menghilang. Pesawat tersebut sempat emngirimkan pesan, "Seperti pisauraksasa! Cepat tolong! Kami tak mungkin lolos!" Kapal itu dielan ombak bersama seluruh awaknya. Tidak ada yang tersisa.

Pada Februari 1953, sebuah kapal pengangkut dari York, Inggris berlayar menuju Jamaika. Ketika berada di kawasan bermuda, kapal tersebut mengirimkan SOS. Namun tiba-tiba, pesan itu terhenti tanpa sebab. Pencarian segera dilakukan, tetapi tidak ada tanda-tanda keberadaan kapal tersebut. Akhirnya, laporan resmi dari London mengeluarkan pernyataan bahwa kapal tersebut mengalami kecelakaan yang penyebabnya tidak dapat dipastikan.

Kisah misterius terus berlanjut, kali ini menimpa pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat C-119 Flying Boxcar yang lenyap ketika terbang dari LANUD AU Home-stead ke Grand Turk Island. Pesawat itu lepas landas pada 7 JUni 1965 pukul 6.47 dan diharapkan samapi ke tujuan pada pukul 11.23. Sampai pukul 11, pesawat C-119 masih mengadakan kontak radio. Selama kontak tersebut tidak ada tanda-tanda pesawat mengalami masalah. Namun, suatu pesan aneh dan kacau diterima oleh operator menara di Grand Turk. Kenyataannya , pesawat tersebut tidak pernah sampai tujuan. Kemungkinan terbesar telah terjadi kecelakaan karena steering trouble (masalah kendali arah) hingga tersesat ke lain arah. Spekulasi lain menyebutkan seuah UFO yang dilihat oleh Gemini IV mungkin memainkan peranan dalam raibnya pesawat kargo tersebut.

Ketika Perang Dunia II berkecamuk perhatian masyarakat dunia pada Segitiga Bermuda sedikit terabaikan. Di luar dugaan, diam-diam AS merahasiakan hilangnya pesawat tempur mereka. Rahasia baru terkuak sekitar tahun 80-an. Satu skuadron pesawat tempur miliki Amerika menghilang di sekitar Kepulauan Bermuda. Beberapa mantan petinggi AS angkat bicara. Mereka mengatakan ada rekaman pembicaraan komandan pesawat skuadron dengan markas militer AS. Sesaat sebelum hubungan terputus, komandan skuadron sempat mengatakan cuaca sedang cerah, tetapi tiba-tiba fenomena aneh terjadi. Mereka seperti masuk ke suatu daerah yang asing, mulai panik, dan akhirnya kehilangan komunikasi. Markas mencoba mencarinya, tetapi hasilnya nihil.

Peristiwa berikutnya terjadi pada Oktober 1951, kaal tanker Southern Isles yang berlayar dalam sebuah konvoi menghilang kketika melintasi kawasan Bermuda. Kapal-kapal lain megnaku melihat cahaya yang ditinggalkan kapal tersebut sedang tenggelam ke dasar laut. Seperti sehati, Southern Districts, kapal kembaran Southern Isles bernasib serupa. Kapal ini tenggelam pada Desember 1954 dalam perjalanan menuju South Carolina.

Pada 5 Desember 1945, mungkin menjadi saksi betapa tidak ramahnya kawasan Bermuda untuk manusia. Peswat pelempar torpedo Grumman TMB-3 Avenger yang berjumlah lima buah hilang tanpa bekas dan sebuah pesawat penyelamat mengalami kecelakaan mengerikan. Pesawat-pesawat terseubt berangkat pukul 14.10. Mula-mula penerbangan berjalan lancar. Namun pada pukul 15.45, sebuah insiden terjadi. Letnan Udara Charles Taylor melaporkan ke menara pangkalan! "Ini gawat, Pak! Kami sepertinya kehilangan arah! Tad ada daratan. Ulangi: tidak ada daratan!"

Menara pengawas menanyakan posisi formasi pesawat, tapi Taylor menjawab, "Tak tahu persis di mana kami berada!"

"Terbanglah ke Barat!" perintah menara.

Beberapa saat kemudian tidak ada kontak. Lalu, terdengar percakapan simapng siur antara para penerbang. "Kami tidak tahu di mana arah barat itu. Ada yang tidak beres. Semua terlihat aneh. Bahkan lautnya juga!" Sesudah itu sepi sejenak. Charles Taylor, komandan penerbangan menyerahkan komando kepada penerbangan lain tanpa alasan yang jelas. Komandan yang baru ini melapor dengan suara setengah histeris, "Ya, Tuhan1 Di mana kami ini! Mungkin kami sudah melewati Florida dan terbang di atas Teluk Meksiko!" Komandan baru memutuskan terbang kembali 180 derajat ke arah Florida, tetapi sinyal radio makin lama makin lemah, diduga mereka justru terbang menjauhi pangkalan. Laporan terakhir yang dapat tertangkap ialah, "Tampkanya kami penggemar radio SSB putih... ... tamatlah kami!" Seorang menjelaskan bahwa ia masih sempat mendengarkan kata-kata terakhir dari Letnan Taylor kepada para penerbang lain, "Jangan mengikuti saya! Sepertinya mereka datang dari angkasa luar!"

Kejadian apa yang sebenarnya menimpa mereka?

Tuesday, August 16, 2011

Legenda Rumah Hantu Amityville

Cerita ini dimulai ketika pasangan suami sitri George Lutz dan Kathleen memutuskan membeli sebuah rumah besar bergaya kolonial Belanda di Amityville pada Desember 1975. Rumah tersebut beralamat di 112 Ocean Avenue, sebuah daerah pinggiran kota di selatan Long Island, New York.
 Tiga belas bulan sebelum George dan Kathleen memutuskan membeli rumah seharga $80.000 itu, pemilik lama, Ronald DeFeo, Jr., telah menembak mati enam anggota keluarganya di rumah tersebut. Di dalam peradilan DeFeo mengaku membunuh seluruh keluarganya karena didorong oleh kekuatan setan yang ada di rumah tersebut. Agen penjualan telah memperingatkan peristiwa pembunuhan yang dilakukan DeFeo, tapi baik George dan Kathleen merasa tidak ada masalah. Padahal semenjak melakukan persetujuan pembelian, Kathleen mendapat mimpi buruk tentang pembunuhan.

Pada 18 Desember 1975, keluarga George pindah ke rumah tersebut. Ketika itu, seorang teman George menyarankan agar dilakukan pemberkatan. Atas rekomendasi teman George, seorang pendeta Katolik bernama Bapa Ray (Bapa Ralph J. Pecoraro) melakukan pemberkatan di rumah tersebut. Pemberkatan dilaksanakan pada sore harinya ketika George dan Kathleen tengah membongkar barang-barang mereka. Ketika mengibaskan air suci dan berdoa, Bapa Ray dengan jelas mendengar suara yang mengatakan "Get Out!". Apa yang didengar Bapa Ray tidak langsung diceritakan pada George atau Kathleen. Dia baru memperingatkan enam hari setelahnya (24 Desember 1975). Dia memperingatkan agar George tidak menggunakan ruang yang tadinya adalah kamar tidur Marc dan Yohanes Matthew DeFeo (anak-anak dari Ronald DeFeo, Jr). Dia ruang tersebutlah Bapa Ray mendengar suara yang mengusirnya. Anehnya percakapan via telepon tersebut terputus tiba-tiba. Pada kunjungan berikutnya Bapa Ray menderita demam tinggi dan pada lengannya dijumpai tanda mirip dengan tanda stigmata.

Keluarga George megnalami kejadian-kejadian aneh setelah tinggal selama 28 hari di rumah tersebut. Berikut ini beberapa peristiwa tidak masuk akal yang menimpa George, Kathleen, dan tiga anak mereka Daniel, Christopher, dan Melissa atau Missy serta seekor anjing Labrador yang diberi nama Harry.
  1. George selalu terbangun sekitar pukul 03;15 setiap paginya. Kemudian, tanpa sadar dia selalu pegi ke tempat peyimpanan kapal. Diperkirakan di waktu-waktu tersebut DeFeo membunuh anggota keluarganya.
  2. Segerombolan lalat di setiap musim dingin selalu datang dan mengganggu rumah tersebut.
  3. Kathleen sering merasakan seolah-olah dirinya "sedang dipeluk" dengan penuh kasih oleh sesuatu kekuatan yang tidak terlihat.
  4. Kathleen menemukan sebuah raung kecil yang tersembunyi (sekitar empat kaki) di belakang basement. Dindingnya bercat merah dan ruangan itu tidak tampak dalam denah rumah. Ruangan tersebut kemudian dikenal dengan nama "The Red Room". Harry, anjing mereka selalu emnolak mendekati ruangan tersebut. Harry selalu berjongkok seolah-olah merasakan sesuatu yang negatif.
  5. Ada udara dingin, bau parfum, dan kotoran di dalam rumah. Anehnya tidak terdapat saluran udara atau jalur bagi sumber bau-bauan tersebut.
  6. Putri mereka berumur lima tahun, Missy, mengisahkan teman imajinasinya yang bernama :Jodie" yang memiliki mata berwarna merah.
  7. George selalu dibangunkan oleh bunyi bantingan pintu depan. Ia akan segera pergi ke lantai bawah untuk memeriksa keadaan dan menemukan Harry tertidur di depan pintu. Tidak ada orang lain yang mendengar suara itu kecuali dia.
  8. George mendengar bunyi-bunyian seperti "Marching band Jerman" atau suara seperti radio yang diesetel tidak pada frekuensi yang tepat. Namun, ketika dia pergi ke lantai bawah untuk mengecek, suara gaduh akan berhenti
  9. Setelah berdiam di rumah tersebut kelakuan George menjadi aneh. Dia mulai bermabukan di The Witches' Brew, bar tempat DeFeo menajdo salah seorang pelanggannya. Lama-lama disadari George memiliki kemiripan kuat dengan Ronald DeFeo, Jr.
  10. Ketika mengecek tempat penyimpanan kapal pada suatu malam, George melihat sepasang mata merha yang sedang memperhatikan dia dari jendela kamar tidur Missy. Ketika ia pergi ke atas untuk melihatnya, George tidak menemukan siapa pun. Kemudian, disimpulkan bahwa itu adalah "Jodie"
  11. Kathleen sering mendapatkan bekas merah di dadanya entah disebabkan oleh apa dandia pernah diangkat sekitar dua kaki dari tempat tidurnya.
  12. Kunci, jendela, dan pintu rumah dirusak oelh suatu kekuatan yang tak terlihat.
  13. Terdapat belahan kuku binatang yang besar di salju yang kemudian dihubungkan dengan seekor babi besar pada 1 Januari 1976.
  14. Dinding aula dan lubang kunci pintu kamar bermain yang ada di loteng mengeluarkan lumpur berwarna hijau.
  15. Sebuah salib 12 inci yang digantung Kathleen di kamar kecil ditemukan terpasang terbalik dan menyemburkan bau.
  16. George tersandung oleh sebuah keramik singa Tiongkok yang memiliki tinggi sekitar empat kaki yang kemudian meninggalkan bekas gigitan pada salah satu mata kakinya.
  17. George pernah melihat Kathleen berubah menjadi seorang wanita tua yang berumur sekitar 90-an, "dengan rambut acak-acakan, muka penuh kerutan, dan ait liur yang menetes dari mulutnya yang ompong."
Akhirnya pada Januari 1976, George Lutz memutuskan pindah dari rumah tersebut. Kisah yang dialami keluarganya menginspirasikan buku bertemakan horor The Amityville Horror-A True Story (1977) yang ditulis oleh Jay Anson (1921-1980). Penjualan buku ini diperkirakan mencapai sepuluh juta kopi dari beberapa edisi.

Monday, August 15, 2011

Sumpah Sang Kapten Flying Dutchman

Entah bagaimana jelasnya legenda ini muncul. Ada anggapan kisah ini berasal dari Belanda. Versi lain menyebutkan kisahnya bermula dari sebuah sandiwara dari Inggris The Flying Dutchman (1826) yang dikarang Edward Fitzball dan novel The Phantom Ship (1837) oleh Frederick Marryat. Kemudian dibawa dan diadaptasi ke dalam cerita Belanda Het Vliegend Schip (The Flying Ship) oleh Pastor Belanda A.H.C Romer. Sementara itu, opera Richard Wagner (1841) dan The Flying Dutchman on Tappan Sea oleh Washington Irving (1855) dianggap pula sebagai cikal bakal legenda Flying Dutchman. Kisah ini begitu membekas di hati para penikmatnya hingga waktu demi waktu terus hidup dan diceritakan turun-temurun. Lama-kelamaan orang menjadi hampir pasti percaya legenda kapal Flying Dutchman benar-benar diangkat dari sebuah peristiwa nyata.

Beberapa orang mengaku telah melihat kapal Flying Dutchman mengapung di lautan tanpa awak kapal. Pengakuan ini bahkan diceritakan oleh Colombus dalam kisah pelayarannya. Colombus bercerita bahwa suatu hari mereka melihat kapal usang terapung-apung tanpa awak di tengah laut. Setelah itu, awak yang pertama kali melihat kapal misterius tersebut didapati tewas. Berikut ini beberapa laporan yang berhasil didokumentasikan perihal penampakan Flying Dutchman.
  1. Pada 1823, HMS Leven, Kapten Oweb mengisahkan dua kali melihat sebuah kapal tanpa awak terombang-ambing di tengah lautan dari kejauhan. Namun, dalam sekejap kapal tersebut menghilang.
  2. Pada 1835, dikisahkan pada tahun ini, sebuah kapal berbendera Inggris terkepung oleh badai di tengah samudra. Ketika tengah berusaha mempertahankan diri, tiba-tiba sebuah kapal muncul tiba-tiba entah dari mana datangnya akan menabrak kapal tersebut. Ketika jaraknya sudah semakin dekat, kapal asing itu lenyap seketika sebelum terjadi benturan.
  3. Pada 1881, tiga orang anak kapal HMS Bacchante termasuk King George V mengaku melihat sebuah kapal tak berawak yang berlayar menentang arus kapal mereka. Anehnya, keesokan harinya, salah seorang dari mereka meninggal dengan keadaan yang mengerikan.
  4. Pada 1879, kapal tak berawak ini muncul di hadapan anak kapal SS Pretoria.
  5. Pada 1939, beberapa orang mengaku melihat kapal tanpa awak terlihat di Mukzenberg, sebentar saja karena kapal tersebut tiba-tiba menghilang.
  6. Pada 1941, di Pantai Glencairn dilaporkan sebuah kapal usang menabrak batu karang dan hancur. Namun, ketika lokasi didatangi, tidak ada tanda-tanda telah terjadi kecelakaan kapal.
  7. Pada 1942, beberapa orang saksi melihat sebuah kapal kosong memasuki perairan Tabel Bay kemudian menghilang.
  8. Pada 1942, tepatnya di bulan Agustus 1942 kapal The Flying Dutchman kembali menampakkan diri di depan kapal laut militer M.H.S Jubilee di dekat Cape Town.
  9. Pada 1959, dengan menggunakan teleskop, awak kapal Straat Magelhaen melaporkan melihat sebuah kapal misterius yang terombang-ambing di tengah lautan dalam keadaan kosong.
Legenda kapal Flying Dutchman akhirnya memunculkan mitos. Ketika sebuah kapal berlayar di laut lepas bertemu atau melihat Flying Dutchman, maka kesialanlah yang akam menimpa kapal dan para awaknya. Apalagi jika kapal tersebut sempat memberi sinyal pada Flying Dutchman, maka kapal itu akan tenggelam atau celaka. Oleh karenanya, kemunculan Flying Dutchman lebih banyak dihindari daripada diharapkan. Bahkan, konon ada suatu cara untuk menangkal dari kemungkinan berapapasan dengan Flying Dutchman tersebut, yakni dnegan memasangkan tapal kuda di tiang layar kapal sebagai perlindungan.

Bagaimana kisahnya hingga kapal Flying Dutchman begitu ditakuti di lautan?

Cerita yang dihimpun dari berbagai versi menyebutkan seorang kapten kapal Bernard Fokke dari abad ke-17 mengadakan perjalanan dari Holland ke Pulau Jawa dnegan kecepatan luar biasa. Kecepatan tersebut dicurigai diperoleh atas bantuan iblis. Namun di tengah pelayarannya, kapal mereka dihadang cuaca buruk. Seorang awak kapal meminta supaya pelayaran dihentikan untuk sementara. Namun, sang kapten menolak dan justru berkata lantang, "Aku bersumpah tidak akan mundur dan akan terus menembus badai utnuk mencapai kota tujuanku atau aku beserta semua awak kapalku akan terkutuk selamanya." Tiba-tiba badai menghantam kapal mereka dan terkutuklah mereka selamanya. Sang kapten dengan awaknya dikutuk melayari tujuh samudra untuk selama-lamanya sampai akhir zaman.

Selain cerita tersebut, masih ada beberapa versi lain. Namun, kisah yang demikianlah yang paling terkenal.


Sunday, August 7, 2011

Si Malang yang Terombang-Ambing di Laut (Bag.1)

"Cuaca tampak buruk dan mungkin akan terjadi badai sebentar lagi"
Tidak ada petunjuk dan peninggalan, selain catatan itu yang menggambarkan bagaimana kondisi si malang Mary Caleste. Kapal ini ditinggal pergi para awak dan dibiarkan terombang-ambing sendirian di tengah lautan.Uniknya, tanpa kendali, kapal ini tetap mengikuti jalur pelayaran yang semestinya. Selama 10 hari, ia berlayar sejauh 500 km. Padahal, di tengah perairan lepas dengan arus laut dan hembusan angin kencang dapat saja mengubah haluan kapal setiap saat. Apa yang terjadi?
Kapal Mary Celeste
Ketika menemukan Mary Celeste, anak buah kapal Dei gratia menemukan kapal dalam keadaan sangat teratur dan bersih. Ada obat batuk yang sudah dibuka (tidak tumpah, ada sebutir telur setengah matang di meja sang kapten yang telah dipecah bagian atasnya. Bahkan di dapur ada sepanci sayuran di atas kompor yang sudah mati. Mary Caleste sepertinya ditinggal pergi pagi hari, ketika mereka akan sarapan. Tapi ke mana? Inilah pertanyaannya ke mana penyerangan apalagi tanda-tanda diterpa badai.

Mary Caleste bertolah dari Pelabuhan Staten Island, New York. Kapal ini berjenis brigante (kapal layar bertiang dua) yang dikomandoi Kapten Benjamin Briggs. Mary Caleste berlayar pada 7 November 1872 menuju Genoa Italia. Ketika hari pemberangkatan, cuaca dalam keadaan cerah dan seperti kapal-kapal lainnya. Mary Caleste melintasi rute pelayaran normal melewati Samudra Atlantik. Di dalam kapal ada tujuh kru plus sang kapten, Sarah E Briggs, istri kapten, dan Sophia Matilda, putri kapten yang berusia dua tahun. Celeste memuat sejumlah produk alkohol dari perusahaan Mesissner Ackermann&Coin.

Sophia Matilda
Sarah E. Briggs  
Kapten Briggs
 Tujuh hari setelah Celeste berlayar, kapal Inggris Dei Grantia melintasi rute yang sama dengan Celeste. Mereka bertolak dari New York menuju Genoa. Ketika melintasi gugus Kepulauan Azores, Portugal, pada 4 Desember 1872, Dei Grantia melihat noktah di tengah laut. Mereka mengira itu sebuah kapal, Setelah dei Grantia menyimpulkan bahwa sebuah kapal jenis rigante bertiang dua tengah terapung-apung tidak tentu arah. Sang kapten David Reed Morehouse memerintahkan membuka kontak sinyal dengan kapal tersebut. Namun, setelah beberapa kali mengirimkan sinyal sama sekali tidak ada balasan. Akhirnya, sang kapten meyuruh perwira kapal Oliver Deveau menurunkan sekoci dan mnegayuh mendekati kapal yang ternyata bernama lambung Mary Celeste. Ketika Oliver dan beberapa awak menaiki Celeste, betapa tertegunnya mereka tidak ada sambutan yang mereka terima. Suasana sunyi dan hening.
Awak kapal Dei Grantia yang menemukan kapal Mary Celeste
 Setelah berkeliling dan memeriksa, mereka berkesimpulan tidak ada seorang pun di kapal itu. Seluruh kabin tampak pernah berpenghuni, Beberapa pintu kapa terbuka, dek kapal dekat ruang pompa air tergenang air laut dengan sebuah pompa air yang masih beroperasi. Sementara di dalam gudang perbekalan, masih tersisa perbekalan dalam jumlah banyak, cukup untuk enam bulan. Mereka meninggalkan kapal dengan terburu-buru.

Penemuan kapal Mary Celeste tanpa awak akhirnya memicu banyak orang untuk berspekulasi. Ada yang menduga telah terjadi pemberontakan. Para awak kapal membuka alkohol dan bermabuk-mabukan. Dalam keadaan mabuk mereka membunuh kapten sekeluarga. Lalu, para awak itu melarikan diri. Spekulasi semacam ini tidak terbukti. Para awak kapal tahu alkohol yang mereka bawa tidak layak dikonsumsi manusia. Lagipula, Kapten Briggs dikenal sebagai orang yang taat beribadah, adil, dan jujur. dia bukan sosok seorang kapten yang dapat membuat awaknya memberontak. Kru kapalnya pun cukup terkenal sebagai pelaut ynag loyal pada Kapten briggs. Meskipun ketika ditemukan sembilan tong alkohol dalam keadaan bocor dan sebuah sekoci menghilang, tidak ada alasan para awak kapal mengonsumsi alkohol dan memberontak. Kecuali jika mereka benar-benar tidak waras.

Spekulasi lannya menuturkan bahwa kapal itu dihantam badai tornado yang terjadi di lautan. seluruh awak kapal itu dihantam badai dan menghilang di lautan. Teori ini mungkin menjelaskan mangapa ada tiang yang tergores, kompas yang pecah, serta satu sekoci yang menghilang. tetapi , ini menjadi tidak masuk akal. Badai tornado macam apa yang mampu menyapu manusia tapi tidak mampu menumpahkan sebotol obat yang telah dibuka penutupnya.

Teori lain yang cukup meyakinkan datang dari sejarawan Conrad Byers. Dia mengungkapkan bahwa Kapten Briggs memerintahkan tong-tong alkohol dibuka. Akibatnya, muncul asap dari alkohol yang menguap. Kapten Briggs menduga kapal akan meledak. Dia memerintahkna seluruh kru masuk sekoci kapal dengan tali penuntun. Ketika angin berhembus, kapal bergerak menjauh. sementara mereka yang berada di tengah lautan akhirnya mati perlahan-lahan, ada yang tenggelam, ada yang kelaparan.

Saturday, July 30, 2011

Misteri Gravity Hill

Gravity Hill berupa wilayah atau jalan yang panjang. Di Bumi ini sebenarnya banyak tempat-tempat yang digolongkan dalam Gravity Hill antara lain di Amerika, Skotlandai, Italia, Kanada, Jepang, Korea, hingga Gunung Kelud di Indonesia. Beberapa tempat yang terkenal barangkali adalah tanjakan di China. Di tanjakan jalan tersebut normalnya benda-benda yang digelindingkan bergerak dari atas ke bawah. Namun tidak untuk tanjakan ini, benda-benda tersebut justru tertarik ke atas. di daerah Gravity Hill, jika menghentikan mobil di tengah jalan dan melepas remnya, maka perlahan-lahan mobil tersebut akan bergerak sendiri meluncur ke jalan yang menanjak. Di tempat ini seakan-akan, gravitasi tidak berfungsi.
Ternyata bukan persoalan gravitasi, melainkan ilusi optikal atau visual. Fenomena aneh yang terjadi di Gravity Hill disebabkan kerna tempat ini menipu persepsi mata. Benda-benda yang digelindingkan yang terlihat menanjak ke atas sebenarnya tetap jatuh pada hukum gravitasi. Mata kitalah yang tertipu. Jalan yang terlihat menanjak sebenarnya menurun begitu pula sebaliknya jalan yang menurun sebenarnya adalah tanjakan. Faktor yang memepengaruhinya adalah horizon atau tapal batas yang terganggu. Horizon tersebut membuat mata tertipu jalan yang menurun seolah-olah menanjak.

Friday, July 29, 2011

Kota Iblis yang Bersimfoni

Kota Iblis atau Moguicheng adalah sebuah gurun yang terletak di  Xinjiaang, China. Di tempat itu ada semacam benteng. Apabila melintasi kawasan benteng ini orang akan merasakan angin sepoi-sepoi dan mendengar bunyi-bunyian. Bunyi tersebut melantunkan semacam simfoni musik yang datang dari tempat antah-berantah nun jaun di sana. Bunyi yang terdengar bukan seperti desiran angin angin yang gampang didengar di tempat lain, melainkan bernada seperti sebuah melodi lagi. Melodi tersebut terdengar seperti 10 juta bel atau seperti puluhan juta gitar string yang dimainkan dengan lembut.
Gurun Moguicheng
Namun, melodi yang lembut akan berubah drastis ketika derah ini ditempa badai. Musik-musik yang indah berganti dengan sura gemuruh yang mengerikan. Suara yang terdengar akhirnya mirip geraman harimau, teriakan suara gajah yang mirip bunyi terompet, suara babi yang melengking, bayi-bayi menangis, atau pekikan suara-suara perempuan. Sura-suara tersebut bercampur aduk, bergantian terus-menerus membuat suasana makin mencekam di tengah kegelapan, angin kencang, dan pasir-pasir yang beterbangan. Hal yang pasti, seharusnya ada penjelasan ilmiah mengenai dari mana sumbernya suara-suara tersebut. Inilah yang harus diketahui.
Moguicheng - Xinjiaang, China
Di daerah inilah biasa dijumpai suara-suara tersebut

Zona Kesunyian

Mungkin tempat inilah yang didamba para seniman untuk menciptakan karya-karya masterpiece. Seniman yang mendambakan kesunyian dankesenyapan kala bekerja tanpa gangguan telepon, radio, atatupun televisi. Tempat itu berjuluk zona kesunyian di Meksiko.

Rumah-rumah di dekat zona kesunyian
Ditemukan medan megnet yang besar di zona kesunyian
Wilayahnya di Gurun Chihuahuan di meksiko sebelah timur. Kampung paling dekat yang dihuni manusia adalah Ceballos yang berjarak sekitar 25 mil dari zona kesunyian. Di tempat itu hanya ada serangga-serangga gurun, reptil, dan mamalia kecil. hal yang mengherankan adalah tidak satu sinyal pun dapat tertangkap di area zona kesunyian. Baik sinyal radio, televisi, microwave, maupun sinyal satelit, semuanya tidak dapat diterima. Jarum kompas pun bergerak tidak keruan.
Fenomena aneh ini peratama kali mengemuka ketika sebuah misil Amerika tanpa sengaja jatuh ke wilayah ini. pada 1970, Markas Militer white Sands di New Meksiko menembakkan misil yang membawa dua tabung kecil berisi cobalt 57, sebuah elemen radioaktif yang berbahaya. Aparat militer Amerika Serikat segera mencari lokasi jatuhnya misil setelah mengantongi izin Pemerintah Meksiko. Tanpa disangka, sampai di tempat itu mereka menemukan sesuatu yang tidak terduga.
Pemerintah Meksiko segera membentuk tim penelitian, Tujuan utama penelitian adalah menyelidiki fenomena aneh yang terjadi di zona itu. Ketika dalam proses penyelidikan, para peneliti malah menemukan berbagai keanehan lain. Di zona kesunyian ditemukan medan magnet dalam level yang tinggi. Pada penelitian lebih lanjut, akhirnya diketahui bahwa tempat itu adalah lokasi jatuhnya hujan meteor yang terjadi entah berapa tahun yang lampau. Para peneliti berusaha menghubungkan apakah hujan meteor itu yang menyebabkan mineral di tanah mengandung medan magnet dan mengakibatkan fenomena aneh tersebut.
Ketika para peneliti berusaha menimbang hubungan hujan meteor dengan medan magnet, laporan-laporan keanehan lain justru bermunculan. Penduduk setempat melaporkan bahwa mereka sering melihat fenomena-fenomena misterius di zona kesunyian. Cahaya-cahaya misterius, bulatan-bulatan cahaya aneh melayang-layang di angkasa, semak yang terbakar sendiri, bahkan piring terbang dan perjumpaan dengan alien. Menanggapi fenomena ini para ufolog segera angkat bicara. mereka berteori bahwa zona kesunyian terletak di utara Rasi Bintang Cancer dan memiliki posisi garis lintang yang sama dengan Segitiga Bermuda, yaitu lintang selatan pararel ke-30. Menariknya, tempat-tempat lain yang dalam posisi tersebut seperti Segitiga Bermuda, Piramida Mesir, dan kota suci di Tibet diketahui memiliki karakteristik yang sama seperti di zona kesunyian. Namun, para ilmuwan menganggap karakteristik itu hanya kebetulan semata.
Seorang peternak yang bertempat tinggal tidak jauh dari zona kesunyian melaporkan suatu malam dia pernah melihat langit di atas zona kesunyian dihiasi cahaya-cahaya terang yang misterius. Sementara laporan lain mengatakan sebuah pesawat aneh telah mendarat secara vertikal di tempat itu sehingga menyebabkan semak-semak terbakar. Anehnya beberapa penduduk di sana mengaku kemungkinan besar mereka telah didatangi alien. Satu keluarga peternak yang tinggal cukup dekat denga zona kesunyian mengarakan bahwa mereka sering dikunjungi pendatang misterius. Dua pria dan satu wanita, ketiganya berambut pirang, berpakaian ketat berwarna perak dan berbicara dnegan bahasa Spanyol. Ketiga orang itu hanya meminta air minum, tidak pernah meminta makanan atau barang lainnya. Orang-orang misterius itu hanya mengatakan, "Dari atas" ketika mereka ditanya dari mana asalnya. Keluarga peternak itu hampir meyakini bahwa mereka adalah alien. Sementara itu, kisah yang hampir serupa dituturkan oleh seorang peneliti yang pernah tersesat di zona kesunyian, dia berjumpa dengan tiga orang misterius yang menunjukkan jalan pulang kepadanya.
Apakah yang terjadi di sana?

Saturday, July 16, 2011

Batu-batu yang Pandai Berseluncur

Racetrack Playa terletak di timur pegunungan Panamint di wilayah Death Valley National Park, California. Tempat ini sebenarnya adalah sebuah danau kerong. Ketika hujan lebat mengguyur, curahan air akan turun dari gunung terkumpul di dalam Racetrack Playa dan memebentuk sebuah danau dangkal. danau ini hanya berumur pendek karena begitu cuaca berubah panas, air di danau menguap meninggalkan lapisan lumpur yang lembut dan tipis. Ketika cuaca bertambah panas, permukaan Racetrack Playa mengering sampai lapisan tanahnya retak membentuk mozaik-mozaik yang indah. di tempat ini hampir sepanjang tahun mengalami kekeringan dan tidak ada kehidupan baik tumbuhan maupun hewan.
Batu dolomite yang bergerak
Di tempat inilah fenomena aneh terjadi. Di permukaan tanah sepanjang 2,8 mil dan lebarnya 1,3 mil batu-batu di sana mampu berpindah tempat dengan sendirinya tanpa bantuan hewan apalagi manusia. Jika ada yang menganggap perpindahan tersebut disebabkan permukannya yang miring, maka ini salah besar. Di Racetrack Playa ketinggian ujung utara dan ujung selatan hampir sama tingginya. Ujung utara hanya lebih tinggi 1,5 inci (4 cm) dari ujung selatan.
Kenyataannya, batu-batu dolomite yang terpecah dari tebing brgerak dengan sendirinya melintasi permukaan danau yang kering. Mungkin sulit memercayai kejanggalan ini seandainya saja gerakan batu itu tidak terbekas di permukaan tanah. Pergerakan batu-batu itu meninggalkan jejak yang dapat dilihat dengan jelas.
  
Foto Daerah Racetrack Playa diambil dari pesawat
Pergerakan batu dolomite dapat dilihat dengan jelas

Pulau yang Terlihat Hanya Sewaktu-waktu

Bagaimana narasi ilmiah dapat menjelaskan pulau hanya terlihat sewaktu-waktu?
Pulau yang ditemukan Andreas Julius di Kutub Utara

Pulau ini terdapat di Kutub Utara. Pada 1707, Andreas Julius, seorang kapten kapal asal Inggris menemukan pulau ini. Dia menandai dalam peta keberadaan pulau tersebut meskipun tidak sampai mendarat. Dia benar-benar yakin akan penglihatannya, yang di depannya adalah sebuah pulau bukan ilusi optik atau gejala semacamnya. Selang 200 tahun kemudian, Laksamana Makaluofo berlayar ke Kutub Utara. Anehnya, meskipun sudah berusaha keras mencari pulau yang ditemukan Andreas Julius, pulau tersebut tidak ditemukan. Lebih anehnya lagi, pada 1925, Woershi, seorang navigator, berhasil mendarat di pulau tersebut. Bahkan, Woershi hafal seluk beluk pulau tersebut. Selang tiga tahun kemudian, ketika orang-orang ramai membicarakan pulau ini sebuah ekspedisi sengaja dikirimkan untuk mendatangi pulau misterius tersebut. Akhirnya, mau tak mau setiap orang harus menerima kejanggalan bahwa ekspedisi itu tidak pernah menemukan pulau yang dimaksudkan. Apakah pulau tersebut benar-benar ada ataukah hanya semacam fatamorgana? Tanda tanya besar

Wednesday, July 13, 2011

Runtuhnya Teori Gravitasi Newton

Semua yang ada di tempat ini berdiri miring
Jika ingin menyangkal teori Gravitasi Newton, tidak perlu mencari bukti sampai ke luar angkasa. Kenapa? Karena di bumi ini ada beberapa tempat yang tidak mematuhi hukum Gravitasi. salah satunya adalah di sebuah hutan yang terletak di Santa Cruz, California. Di dalam kawasan hutan tersebut teori rumusan sir Issac newton mental sempurna. Rumah-rumah yang dibangun di tempat itu berdiri miring, pohon-pohon tumbuh miring, bahkan manusia pun jika berada di tempat itu tidak dapat berdiri tegak, tetapi miring. Apakah mereka semua akan jatuh? Tidak, posisi miring dalam keadaan sempurna dan sama sekali tidak akan jatuh.

Pintu Masuk Mystery Spot di Santa cruz, California
Banyak tempat-tempat di bumi ini yang menghadirkan fenomena semcam ini antara lain di Spook Lights, Gurdon, Arkansas; Gracity Hill, La Jolla, California; Big Mike's Mystery House, Cave City, Kentucky; Mystery Spot, St. Ignace, Michigan; Paulding Lights, Watersmeet, Michigan; tri-State Spooklight, Neosho, Missouri; Cosmos Mystery Area, Rapid City, South Dakota; Ghostly Gravity Hill, San Antonio, Texas; Wonder World, San Marcos, Texas; Magnetic hill, Chartierville, Quebec; dll.

Misteri Waktu Berputar Kembali

Selama ini manusia merasakan waktu ke dalam tiga ukuran, masa lampau, masa sekarang, dan masa mendatang yang ketiganya berjalan berurutan. Masa lampau adalah masa yang telah terlewati, masa sekarang adalah hari ini atau lebih tepatnya detik ini, dan masa mendatang adalah masa yang akan menjelang. Logikanya, masa mendatang tidak seorang pun tahu. Akan tetapi, kenyataannya ada beberapa orang yang dikaruniai keistimewaan mampu mengintip masa depan atau masa lalu. Apakah ini ada kaitannya dengan misteri waktu berjalan singular.

Albert Einstein pernah berteori bahwa ruang dan waktu dapat mengalami perubahan dalam kecepatan cahaya. Seandainya sebuah benda terbang dengan kecepatan sama atau melebihi 300 ribu km/detik, maka raung bisa diperpendek dan waktu bisa diperlambat. Artinya, terbuka kemungkinan manusia dapat melintasi dimensi waktu.

Ada banyak kejadian aneh berkenaan dengan dimensi waktu. Ada saat ketika waktu seperti berhenti, ada saat waktu berulang kembali. Berikut ini beberapa kejadian anomali yang tercatat dalam sejarah.
  1. Awal tahun 1994, sebuah pesawat sipil italia yang berpenumpang 315 orang terbang melintasi pantai Afrika. Pesawat tersebut mendarat dengan selamat di bandara di salah satu wilayah di Italia. Namun dalam penerbangannya pesawat tersebut sempat menimbulkan kepanikan dan kecemasan para petugas bandara. Pasalnya, ketika terbang, layar radar di ruang kontrol sempat kehilangan sinyal keberadaan pesawat. Ketika berhasil mendarat dan dikonfirmasi mengenai insiden tersebut, anenya tidak seorang pun di dalam pesawat menyadarinya. Perjalanan mereka normal, tidak ada hal-hal aneh, tidak ada kerusakan di mesin pesawat, dan tidak ada gangguan apa pun. Para awak dan penumpang baru menyadari memang benar ada kaganjilan, ketika sadar mereka melewatkan waktu selama 20 menit. Jam setiap penumpang dan awak kapal terlambat 20 menit.
  2. Pada 1970, pesawat penumpang jet 727 terbang menuju Bandara Internasional Miami, AS. Pesawat tersebut dilaporkan hilang tanpa sebab selama 10 menit dan muncul kembali di tempat semula. Ketika mendarat, jam para penumpang terlambat 10 menit. Kali ini pun para awak pesawat dan panumpang tidak merasakan adanya suatu keanehan dalam perjalanan mereka. Para ilmuwan menduga, ketika pesawat tersebut mengalami 'masa kehilangan' waktu berhenti tidak bergerak atau dengan kata lain waktu berputar kembali.
  3. Di lokasi pemakaman di Kota Shangsi, China, ditemukan cincin berbentuk jam swiss. Cincin itu ditemukn oleh sekelompok tim yang terdiri dari para arkeolog dan jurnalis yang tengah membuat film dokumenter. Ketika itu, mereka tengah memindahkan tanah yang menutupi peti mati pada sebuah makam. kompleks makam tersebut berasal dari sebuah Dinasti Ming yang diperkirakan telah berusia 400 tahun. Pertanyaannya bagaimana cincin jam swiss itu bisa terkubur di makam yang berusia 400 tahun dan tak tersentuh manusia? Lebih anehnya lagi, di belakang jam tersebut tertulis kata 'swiss'.
  4. Pada 1982, seorang pilot NATO dalam suatu latihan penerbangan mengalami peristiwa ganjil. Ketika terbang, tiba-tiba dia melihat ratusan ekor dinosaurus dalam sejurus pandangan mata dalam beberapa waktu. Apakah pesawat tersbut terjebak ke dalam zaman prasejarah?
  5. Sebuah penelitian arkeologi peradaban Mesir Kuno pernah mencatat adanya suatu anomali. ketika itu, para arkeolog dari Perancis tengah melakukan penelitian. Mereka menemukan Kuil Dewa Matahari yang diperkirakan berusia 4000 tahun. kuil tersebut dalam kadaan runtuh yang tersisa hanya puing-puingnya. Saat menggali reruntuhan tersebut, mereka dikejutkan dengan penemuan tidak masuk akal. sekeping uang perak ditemukan terkubur di bawah tanah. jika keping uang perak Mesir Kuno tentu suatu hal yang wajar. Anehnya sekeping uang perak tersebut bukan uang perak Mesir Kuno, melainkan uang perak Amerika. Hal yang lebih mengherankan lagi, uang perak Amerika yang ditemukan ketika itu adalah uang yang belum diedarkan ke khayalak dan masih tertinggal di kas negara Amerika.
  6. Pada 24 september 1990 dan 9 Agustus 1991, dua orang korban kecelakaan kapal berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Dua orang itu adalah Kapten Smith dan seorang penumpang kapal bernama Wenny Kathe. Kapten Smith ditemukan dalam keadaan mengapung di lautan semenara Kathe diselamatkan di atas gumpalan es 363 kilometer barat daya Islandia. Melalui identifikasi sidik jari dalam catatan pelayaran laut tidak diragukan lagi Smith adalah kpaten di kapal nahas itu. Begitu pula dengan Kathe yang identitasnya dibenarkan kantor pelayaran sebagai penumpang kapal itu. tidak ada yang mengherankan dari penyelamatan ini jika saja mereka bukan penumpang kapal Titanic yang berlayar pada 15 April 1912. Saat diselamatkan kondisi fisik mereka tidak berubah, persis seperti semula ketika kecelakaan puluhan tahun silam terjadi. Bagaimana torinya?
  7. Pada 4 Agustus 1951, dua orang turis mengalami kejadian menakutkan yang tak mungkin terlupakan. Ketika itu mereka tengah berlibur di kawan Puys, perancis. Puys adalah sebuah desa di tepi pantai dekat pelabuhan Dieppe di normndy. Suatu pagi mereka terbangun oleh suara tembakan, ledakan bom, tembakan mortir, deru pesawat terbang, teriakan, jeritan, dan tangisan yang bercampur aduk. Alhasil mereka terkejut bukan kepalang. Dua orang itu tidak tahu apa yang terjadi, tiba-tiba mereka seperti berada di tengah-tengah sebuah pertempuran hebat. Di antara keduanya tidak ada yang berani keluar kamar untuk memeriksa keadaan yang sebenarnya. di tengah rentetan letusan senjata, mereka mendengar teriakan perintah-perintah dalam bahasa Jerman dan Inggris. Bukan semenit dua menit mendengarkan bunyi-bunyi menakutkan itu, melainkan 3 jam. Selama 3 jam mereka terbekap dalam ketakutan dan sadar bahwa rasa takut mereka adalah hal yang nyata bukan sekdar ilusi atau imajinasi. Selang 3 jam, perlahan-lahan suara-suara tersebut menghilang. Ketika keadaan benar-benar telah sepi dua orang tersebut memberanikan diri memeriksa keadaan di luar. betapa tertegunnya mereka, semua terlihat dalam keadaan normal dan tidak ada tanda-tanda bekas pertempuran. Lalu, dari mana asalnya kegaduhan suara yang mereka dengar? Mereka berusaha mencari tahu pada penduduk setempat. Selain dua orang itu, ternyata tidak ada yang tahu menahu perihal pertempuran lagi itu.Semua yang ditanyai menggelengkan kepala. Meskipun demikian, informasi penting berhasil mereka dapatkan. Di tempat itu memang pernah terjadi pertempuran, yakni Operasi Overlord dan Operasi Jubilee. Pelabuhan Dieppe, Puys, dan Pourville adalah titik pendaratan pasukan gabungan Sekutu ( Inggris, Kanada, AS dan Polandia) dalam Operasi Jubilee. Operasi ini adalah operasi tempur pendaratan Sekutu di Normandia untuk memukul tentara Jerman yang menduduki Perancis. Operasi Jubilee gaal dan menjadi bahan pertimbangan penting untuk menggelar operasi tempur berikutnya, Operasi Overlord pada 6 Juni 1945. Berdasarkan pengalamannya dua turis itu mampu menceritakan hal-hal mendetail tentang Operasi Jubilee. Uniknya apa yang mereka ceritakan sama persis dengan dokumen militer yang tersimpan. Sebuah bukti yang cukup akurat bahwa dua orang itu tidak sedang mengarang cerita karena beberapa bagian dalam dokumen adalah  hal-hal yang sifatnya rahasia. operasi Jubilee terjadi pada 19 Agustus 1942
British Society of  Psychical Research melakukan riset terhadap fenomena yang dialami dua turis di Puys, Perancis. Mereka membeberkan kemungkinan keduanya terjebak pada 'kedutan waktu', yakni semacam fenomena terbukanya portal energi yang membuat orang dapat merasakan atu kembali ke masa lampau.
Sementara itu dalam kondisi berbeda, John Bucally merespons munculnya dua penumpang kapal Titanic yang selamat setelah berpuluh-puluh tahun lamanya. Bucally mengungkapkan teori keberadaan lorong waktu. Dia berasumsi, perama, keberadaan lorong waktu bersifat kematerialan, tidak terlihat, tidak dapat disentuh, tertutup untuk dunia fana manusia, tetapi tidak mutlak. Lorong waktu ini sewaktu-waktu dapat terbuka. Kedua, setelah memasuki seperangkat sistem waktu ada kemungkinan kembali ke amsa lalu atau memasuki masa depan. Dalam lorong waktu, waktu dapat bersifat searah maupun berlawanan arah, dapat berjalan lurus maupun berbalik, dan dapat pula diam. Dia hal ini mungkin terjadi sebab lorong waktu bukan sebuah sistem.

Apakah ini adalah jawaban dari misteri-misteri di atas?