About

Hi guys... blog ini menghimpun serakan fakta-fakta dan kisah-kisah misterius yang selalu mngundang rasa penasaran banyak orang. Apakah kamu termasuk penggemar cerita sejenis itu? Legenda-legenda misterius semisal teka-teki Segitiga Bermuda, kebenaran Benua Atlantis, keberadaan UFO, fakta kehidupan di Planet Mars, atau kondisi masa lalu Pulau Irian, misteri perputaran waktu, kutukan kematian dari Mesir jejak-jejak reinkarnasi, misteri bangunan terberat di dunia, kebenaran cerita vampir, dan lain sebagainya. Jadi, simak artikelnya dan tuntaskan rasa penasaranmu! Kalo suka please follow ya...Enjoy :)
Showing posts with label Segitiga Bermuda. Show all posts
Showing posts with label Segitiga Bermuda. Show all posts

Friday, August 26, 2011

Segitiga Bermuda (Bag3/3)

 Teori Gempa Laut dan Serangan Gelombang Besar
 Teori ini mengandaikan terjadi gesekan dan goncangan di dasar Lautan Atlantik. Gesekan dan goncangan ini dapat mengakibatkan tanah retak besar dan pusaran air laut. Oleh sebab itu, apa pun yang ada di atas perairan akan tersedot ke dalamnya. Kemungkinan lain terjadi gelombang dahsyat sehingga seketika kapal-kapal akan kehilangan kendali.

Teori Gempa Laut
Teori Gelombang besar


Teori Lorong Waktu
Teori ini mempertimbangkan kemungkinan anomali di daerah Bermuda disebabkan ganguan atmosfer di udara berupa lubang ke langit. Teori lubang langit memunculkan asumsi bahwa mungkin saja lubang ke langit adalah semacam alat transportasi ke dimensi lain. Ketika pesawat tanpa sengaja masuk ke dalam ruang tersebut, ia tak sanggup keluar. Orang sering menghubungkan hilangnya pesawat dengan fenomena UFO. Apakah lubang langit itu adalah jalan mereka menembus dunia kita?
Lubang Langit
Blue Hole
Beberapa peneliti meyakini di dasar laut Segitga Bermuda terdapay semacam lubang atau gua dasar laut purba yang dahulu pernah ada. Lubang ini tertutup setelah zaman es berlalu. Arus di dalamnya sangat kuat dan sering membuat pusaran yang berdaya isap tinggi. Banyak kapal-kapal kecil dan manusia yang terisap ke dalamnya. Namun jika memang blue hole penyebabnya, kapal-kapal yang mengalami kecelakaan dan terisap ke dalmnya akan muncul kembali ke permukaan selang beberapa lama. Lagipula apakah blue hole ini sanggup menelan kapal raksasa ke dasar laut? Kapal Rossarie, salah satu korban Segitga Beruma ditemukan terdampar dalam keadaan utuh dan rapi. Seandainya menghilangnya Rossarie disebabkan karena blue hole, tentu logikanya kapal yang terdampar di Nassau itu harusnya hanya berupa rongsokan puing-puing atau dalam kondisi rusak berat.

Gas Metana
Pada 1981, Badan Penyelidikan Geologi Amerika serikat memublikasikan Teori Gas Metana. Teori ini berhasil diuji coba di laboratorium dan hasilnya cukup memuaskan. Bagaimana adna megnapa kapal dan pesawat yang melintas kawasan Bermuda menghilang tiba-tiba dapat dijelaskan dengan teori ini. Banyak laporan rekaman komunikasi yang sempat dilakukan pesawat-pesawat nahas menyebut cahaya berawarna putih yang menhadang mereka atau laut yang tiba-tiba tidak terlihat. Bill Dillon dari U.S Geological Survey Woods Hole Field Center memprediksikan bahaya putih itu adalah gas metana yang tersembur keluar dari 'tambang metana'. Di daerah Segitga Bermuda dan di beberapa daerah lain sepangjang tepi pesisir benua terdapat tambang metana. Tambang ini terbentuk jika gas metana menumpuk dan terperangkap di bawah tanah dasar laut. Jika dasar laut retak gas metana dapat lolos dan menyembur ke permukaan. Semburan ini berkekuatan luar biasa sambil merebus air membentuk senyawa metanahidrat. Air laut mendidih sampai terlihat seperti 'air bercahaya putih'. Air bercahaya putih ini pernah dilihat para awak pesawat luar angkasa Apollo 12.

Contoh fenomena semburan gas metana terjadi di laut Kaspia yang banyak menelan anjungan minyak sebagai korban. Regu penyelamat tidak menemuka sisa-sisa anjungan tersebut sama sekali. Kemungkinan besar korban tersedot pusaran air dan jatuh ke dalam lubang retakan, tempat gas metana meloloskan diri. Korban terperangkap di dasar bumi karena tanah dan air yang semula naih mengendap lagi ke dasar laut. Apakah fenomena semacam ini yang terjadi di segitga maut Bermuda? Di daerah Blake Ridge, di lepas pantai South Carolina memang ditemukan senyawa metahidrat.

Di laboratorium pernah dilakukan percobaan dengan kapal miniatur yang dilanda air yang mendidih tiba-tiba. Ternyata kapal tersebut langsung tenggelam karena daya apungnya berkurang tiba-tiba. Percobaan ini mungkin menjelaskan mengapa kapal laut hilang sekejap. Namun, bagaimana penjelasannya dengan pesawat yang tidak bersentuhan dengan air mendidih itu? Pesawat yang terbang rendah dapat terpengaruh pancaran gas dan air mendidih yang luar biasa kuatnya. Akibatnya, pesawat kehilangan kendali.

Namun teori ini masih menyisakan pertanyaan, bagaimana dengan alat-alat navigasi yang rusak dan kompas yang tidak berfungsi?

Teori Gas Metana


Misteri Lidah Lautan
Di kawasan segitiga maut Bermuda diyakini terdapat canyon (jurang bawah laut) Bahama. Tempat ini sering disebut sebagai Tongue of the Ocean. Terdapat beberapa kecelakaan terjadi di sana.
Angin Puting Beliung
Segitiga Bermuda mungkin adalah area yang sering dilanda badai laut yang dapat membentuk pusaran angin yang dapat menghancurkan pesawat terbang dan kapal jika badai tersebut melintasi mereka.

Pangkalan UFO
Teori ini muncul setelah beberapa saksi mata mengaku melihat cahaya terbang berseliweran di kawasan Segitiga Bermuda. Dimungkinkan cahaya-cahaya tersebut adalah pesawat-pesawat luar angkasa. Keberadaan mereka tidak ingin diusik sehingga kendaraan apa pun yang melintasi area itu akan mereka tindak tegas (diculik)

Sumber Medan Magnet
Segitga Bermuda mungkin adalah tempat bertabrakannya daya magnet bumi bagian utara dengan magnet kutub utara. Hal ini akan mengakibatkan seorang penerbang kehilangan arah. Medan magnet yang sangat kuat juga mengganggu peralatan pesawat dan pergerakan kompas. Disebabkan sangat kuatnya sumber medan magnet, akhirnya menyedot berton-ton logam ke dalamnya.

Lubang Cacing
Seorang ahli sejarah dari jerman Michael Preisinger, John Wheeler dari Princeton, dan Tsung-Ming Gung dari Universitas Tokyo mengungkapkan kemungkinan Segitiga Bermuda adalah tempat di mana Worm Holes berada. Worm Holes ini adalah 'pintu gerbang' dari alam lubang cacing alam semesta. worm Holes ini mungkin menjadi lorong tempat singgah antara dua dimensi yang berbeda.

Selain teori-teori yang diungkapkan di atas, ada teori yang mengatakan mungkin saja kawasan Seigitga Bermuda adalah kawasan Benua Atlantis.Orang-orang hilang dalam kawasan tersebut terjebak pada dimensi peradaban Kerjaan Atlantis dan tidak dapat kembali ke dimensi manusia. Sementara itu, teori lain yang tidak kala mistisnya menyebutkan bahwa segitiga setan ini adalah kerajaan Jin atau tempat tinggal Dajjal bersembunyi.

Semua memang baru sebatas kemungkinan dan dugaan-dugaan. Apakah yang terjadi di kawasan itu masih menjadi teka-teki misteri yang belum terpecahkan?

Monday, August 22, 2011

Segitiga Bermuda (Bag2/3)

Segera setelah kehilangan kontak, pangkalan menerbangkan pesawat amfibi PBM-5 Martin Mariner untuk memeberi pertolongan. Beberapa menit kemudian, pesawat ini melaporkan posisinya. Akan tetapi sama seperti pesawat -pesawat sebelumnya, pesawat ini diam dan akhirnya hilang bersama 13 awak pesawat. Sebuah kapal tanker Gaines Miles yang kebetulan berlayar di daerah itu melihat pesawat amfibi jatuh ke laut. Awak kapal tanker melihat ledakan dahsyat dengan kobaran api setinggi 30 m pada pukul 19.40. Ketika kapal tersebut mendekati lokasi kejadian, tidak ada secuil pun sisa pesawat amfibi yang tersisa. Mereka hanya melihat kubangan minyak. Dua puluh kapal angkatan laut, 300 pesawat terbang militer, dan sejumlah kapal selam kemudian dikerahkan untuk mencari sisa-sisa kecelakaan terbesar dalam abad ini. Tetapi hasilnya nihil.

Berikut daftar lain berkenaan dengan hilangnya pesawat dan kapal di kawasan Segitiga Bermuda.
  1. Pada 1840 kapal HMS Rosalie, kapal Prancis ditemukan terlantar di dekat Nassau, layar-layarnya masih terpasang, muatannya masih utuh, dan segala sesuatunya dalam keadaan teratur. Tapi , ke mana para penumpang?
  2. Pada 1909, The Spray menghilang
  3. Pada 1918, USS Cyclops (AC-4) lenyap di laut berbadai. Namun, sebelum berangkat menara pengawas mengatakan lautan tenang sekali, tidak mungkin terjadi badai, kondisi terkendali dan sangat baik untuk pelayaran.
  4. Pada 1926, SS Suduffco hilang dalam cuaca buruk.
  5. Pada 1938, HMS Anglo Australian menghilang. Sebuah laporan mengatakan cuaca hari itu sangat tenang.
  6. Pada 1945, hilangnya 5 angkatan Laut-Filght 19
  7. Pada 1947, Army C-45 Superfort hilang setelah tinggal landas 100 mil dari Bermuda.
  8. Pada 1948, Pesawat Four-engine Tudor IV hilang bersama 31 penumpangnya.
  9. Pada 1948, Pesawat DC-3 hilang bersama 32 penumpang dan awak kapalnya.
  10. Pada 1950, Giant US Air Force Globemaster hilang.
  11. Pada 1950, pesawat barang Amerika SS Sandra tenggelam tanpa jejak.
  12. Pada 1952, pesawat British York Transport lenyap dengan 33 penumpang
  13. Pada 1962, US Air Force KB-50, sebuah kapal tanker, lenyap.
  14. Pada 1970, Kapal barang Perancis, Milton Latrides lenyap. Rencananya kapal ini berlayar dari New Orleans menuju Cape Town.
  15. Pada 1972, Kapal Jerman, Anita, menghilang dengan 32 kru.
  16. Pada 1976, SS Sylvia L. Ossa lenyap dalam laut 140 mil sebelah barat Bermuda.
  17. Pada 1978, Douglas DC-3 Argosy Airlines Flight 902, menghilang setelah lepas landas dan kontak radio terputus.
  18. Pada 1980, SS Poet berlayar menuju Mesir, lenyap dalam badai.
  19. Pada 1995, Kapal Jamanic K dilaporkan menghilang setelah melalui Cap Haitien.
  20. Pada 1997, para pelayar menghilang dari kapal pesiar Jerman
  21. Pada 1999, Freighter Genesis hilang setelah berlayar dari Port of Spain menuju St Vincent.
Masih banyak pesawat dan kapal lain yang tidak berujung kabar setelah melakukan penerbangan atau pelayaran. Dilaporkan lebih dari 1000 orang hilang di Segitiga Samudra Atlantik. Saking banyaknya kapal-kapal yang menemui nasib nahas, maka tempat itu dinamakan Devil's Triangle.

Keanehan-keanehan lain juga melingkup daerah-daerah yang berdekatan dengan Segitiga Bermuda. Kejadian-kejadian aneh di Laut Karibia sampai saat ini belum diketahui penyebabnya. Konon, di tempat itu sering terlihat bayangan-bayangan menkautkan yang keluar masuk ke permukaan laut. Bentuknya seperti ubur-ubur raksasa dengan warna keputihan. Keanehan lain terjadi di dekat Pulau Puerto Rico. Pada 11 April 1963, awak pesawat Boeing 707 melihat suatu fenomena ganjil. Di laut yang kedalamannya mencapai 10 km terlihat suatu pancaran air raksasa yang membentuk cendawan. Menurut mereka garis tengah cendawan itu selebar 900-1800 m dengan ketinggian separonya. Banyak pihak menduga, cendawan raksasa itu adalah percobaan nuklir Amerika Serikat. Namun, pihak AS membantahnya dengan keras. Mereka mengatakan sangatlah mustahil meledakkan bom di jalur penerbangan. Mungkin cendawan itu berasal dari ledakan kapal selam nuklir Thresher yang hilang sehari sebelumnya, tetapi lokasi hilangnya kapal selam itu ribuan kilometer jauhnya dari Laut Puerto Rico.

Di tempat lain yang masih menjadi kawasan Bermuda Triangle adalah Laut Sargasso yang terkenal karena misteri makhluk Laut Sargasso. Di dasar lautan Sargasso teronggok kapal-kapal dari berbagai zaman. Di sekeliling laut Sargasso mengalir arus kuat membentuk pusaran yang berputar perlahan-lahan searah jarum jam. Cerita yang beredar turun temurunm, pada zaman dahulu Laut Sargasson dipenuhi dengan naga. Di tempat itu, terkadang tidak berangin sama sekali. Oleh sabab itu, kapal yang melintas tidak dapat bererak. Mereka terdapar dan terombang-ambing dai tengah laut sementara dinding kapal yang dibuat dari kayu ditumbuhi ganggang raksasa, kemudian para awak kapal mulai kelaparan. Akhirnya mati pelan-pelang.

Dari sudut pandang ilmiah para ahli dan ilmuwan mencoba menganalisis apa yang sebenarnya terjadi di kawasan Segitiga Bermuda. Di sinilah letak kehebatan legenda itu kerena penelitian-penelitian ilmiah yang dilakukan tidak jarang hanya menghasilkan teori-teori masuk akal yang akhirnya hanya dijadikan bahan olok-olokan. Keberadaan Segitiga Bermua mengaburkan batas antara ilmiah dengan supranatural. Berkenaan dengan tempait ini seorang profesor fisika misalnya dapat disebut paranormal.

Hal yang tidak masuk akal lagi adalah istilah 'musim menghilang'. Musim menghilang adalah rentang waktu antara November, Desember, sampai Februari. Sebagian besar kapal-kapal menghilang pada rentang waktu ini. Menjelang tahun baru masehi atau sesudahnya. Anehnya, par pencari dan regu penyelamat yang dikerahkan sehubungan dengan kehilangan-kehilangan itu , tidak sekalipun pernah menemukan jenazah para korban. Normalnya satu jenazah atau lebih akan hanyut ke pantai setelah kecelakaan kapal. Padahal, kebanyakan insiden terjadi dalam jarak yang dimungkinkan untuk dilihat dari daratan. Ke mana korban yang mencapai 1000 orang tersebut? Mengapa tidak ada satu pun yang berhasil lolos meski hanya jasadnya? Para peneliti berusaha keras memecahkan teka-teki ini dan beberapa teori pun dikemukakan.

Baca artikel mengenai teori2nya pada bagian 3 :)

Wednesday, August 17, 2011

Segitiga Bermuda (Bag1/3)

Jika diadakan poling kisah misteri apa yang paling banyak menyedot perhatian dunia, maka misteri keberadaan Segitiga Bermuda mungkin masuk dalam daftar tingkat atas. Kisah Segitiga Bermuda menjadi fenomenal karena leenda ini membuat batas antara ilmiah dan supranatural terhamburkan. Segitiga Bermuda telah mengilhami berbagai penelitian ilmiah, tetapi hasil-hasil penelitian tersebut beberapa di antaranya mirip ramalan seorang paranormal yang bekerja berdasarkan intuisi.

Christoperh Colombus, penjelajah dari Portugis memulai cerita aneh tentang kawasan yang tidak ramah untuk dilewati. Diceritakan, para awak kapal Colombus dihantui peristiwa-peristiwa aneh saat melintas laut sebagai kawasan Segitiga Bermuda. Mereka menceritakan gangguan pada alat-alat navigasi, gerakan kompas yang kacau, terlihat panah api seperti meteor yang jatuh ke laut, dan cahaya yang tampak di tempat yang sangat jauh.

Di mana letak Segitiga Bermuda? Apakah memang benar membetuk segitiga? Wilayah yang disebut sebagai Seigitiga Bermuda (Bermuda Triangle) terbentang di wilayah Samudra Atlantik dimulai dari Miami, negara bagian Florida, Amerika Serikat ke Kota San Juan di Puerto Rico. Kemudian, dari San Juan ditarik garis menuju Pulau Bermuda dan dari Pulau Bermuda kembali lagi ke Miami. Wilayah ini menjadi misteri yang menakutkan seiring dengan seringnya kapal laut dan pesawat terbang hilang tanpa jejak atau mengalami kecelakaan besar ketika melewati perairan Segitiga Bermuda. Kecelakaan-kecelakaan tersebut selalu enuai hal-hal yang tidak masuk akal. Cerita tentang cahaya-cahaya yang tidak jelas asal usulnya, bayangan-bayangan yang menakutkan, atau sesuatu yang terbang berseliweran mirip UFO.

Sudah tidak terhitung pesawat dan kapal yang menjadi korban keganasan Segitiga Bermuda. Mereka menghilang tanpa jejak, secara tiba-tiba, dan tanpa meninggalkan sisa. Sungguh sesuatu yang sulit dinalar ke mana mereka semua. Daftar korban kawasan menakutkan ini selalu bertambah dari masa ke masa. Pada 1872, sebuah perahu bernama Mary Celeste awak kapalnya mengalami nasib yang sama. Kapal itu meninggalkan bermuda pada Januari 1880 menuju Inggris dengan 300 orang kadet dan perwira. Setelah berlayar kapal tersebut tidak pernah terlihat lagi, tidak bangkai kapal, pecahan kapal, tiang, atau sekoci penolong apalagi mayat penumpangnya. Kapal tersebut seperti hilang ditelan bumi.

Pada April 1925, kapal pengangkut barang Raifuku Maru dari Jepang menghilang. Pesawat tersebut sempat emngirimkan pesan, "Seperti pisauraksasa! Cepat tolong! Kami tak mungkin lolos!" Kapal itu dielan ombak bersama seluruh awaknya. Tidak ada yang tersisa.

Pada Februari 1953, sebuah kapal pengangkut dari York, Inggris berlayar menuju Jamaika. Ketika berada di kawasan bermuda, kapal tersebut mengirimkan SOS. Namun tiba-tiba, pesan itu terhenti tanpa sebab. Pencarian segera dilakukan, tetapi tidak ada tanda-tanda keberadaan kapal tersebut. Akhirnya, laporan resmi dari London mengeluarkan pernyataan bahwa kapal tersebut mengalami kecelakaan yang penyebabnya tidak dapat dipastikan.

Kisah misterius terus berlanjut, kali ini menimpa pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat C-119 Flying Boxcar yang lenyap ketika terbang dari LANUD AU Home-stead ke Grand Turk Island. Pesawat itu lepas landas pada 7 JUni 1965 pukul 6.47 dan diharapkan samapi ke tujuan pada pukul 11.23. Sampai pukul 11, pesawat C-119 masih mengadakan kontak radio. Selama kontak tersebut tidak ada tanda-tanda pesawat mengalami masalah. Namun, suatu pesan aneh dan kacau diterima oleh operator menara di Grand Turk. Kenyataannya , pesawat tersebut tidak pernah sampai tujuan. Kemungkinan terbesar telah terjadi kecelakaan karena steering trouble (masalah kendali arah) hingga tersesat ke lain arah. Spekulasi lain menyebutkan seuah UFO yang dilihat oleh Gemini IV mungkin memainkan peranan dalam raibnya pesawat kargo tersebut.

Ketika Perang Dunia II berkecamuk perhatian masyarakat dunia pada Segitiga Bermuda sedikit terabaikan. Di luar dugaan, diam-diam AS merahasiakan hilangnya pesawat tempur mereka. Rahasia baru terkuak sekitar tahun 80-an. Satu skuadron pesawat tempur miliki Amerika menghilang di sekitar Kepulauan Bermuda. Beberapa mantan petinggi AS angkat bicara. Mereka mengatakan ada rekaman pembicaraan komandan pesawat skuadron dengan markas militer AS. Sesaat sebelum hubungan terputus, komandan skuadron sempat mengatakan cuaca sedang cerah, tetapi tiba-tiba fenomena aneh terjadi. Mereka seperti masuk ke suatu daerah yang asing, mulai panik, dan akhirnya kehilangan komunikasi. Markas mencoba mencarinya, tetapi hasilnya nihil.

Peristiwa berikutnya terjadi pada Oktober 1951, kaal tanker Southern Isles yang berlayar dalam sebuah konvoi menghilang kketika melintasi kawasan Bermuda. Kapal-kapal lain megnaku melihat cahaya yang ditinggalkan kapal tersebut sedang tenggelam ke dasar laut. Seperti sehati, Southern Districts, kapal kembaran Southern Isles bernasib serupa. Kapal ini tenggelam pada Desember 1954 dalam perjalanan menuju South Carolina.

Pada 5 Desember 1945, mungkin menjadi saksi betapa tidak ramahnya kawasan Bermuda untuk manusia. Peswat pelempar torpedo Grumman TMB-3 Avenger yang berjumlah lima buah hilang tanpa bekas dan sebuah pesawat penyelamat mengalami kecelakaan mengerikan. Pesawat-pesawat terseubt berangkat pukul 14.10. Mula-mula penerbangan berjalan lancar. Namun pada pukul 15.45, sebuah insiden terjadi. Letnan Udara Charles Taylor melaporkan ke menara pangkalan! "Ini gawat, Pak! Kami sepertinya kehilangan arah! Tad ada daratan. Ulangi: tidak ada daratan!"

Menara pengawas menanyakan posisi formasi pesawat, tapi Taylor menjawab, "Tak tahu persis di mana kami berada!"

"Terbanglah ke Barat!" perintah menara.

Beberapa saat kemudian tidak ada kontak. Lalu, terdengar percakapan simapng siur antara para penerbang. "Kami tidak tahu di mana arah barat itu. Ada yang tidak beres. Semua terlihat aneh. Bahkan lautnya juga!" Sesudah itu sepi sejenak. Charles Taylor, komandan penerbangan menyerahkan komando kepada penerbangan lain tanpa alasan yang jelas. Komandan yang baru ini melapor dengan suara setengah histeris, "Ya, Tuhan1 Di mana kami ini! Mungkin kami sudah melewati Florida dan terbang di atas Teluk Meksiko!" Komandan baru memutuskan terbang kembali 180 derajat ke arah Florida, tetapi sinyal radio makin lama makin lemah, diduga mereka justru terbang menjauhi pangkalan. Laporan terakhir yang dapat tertangkap ialah, "Tampkanya kami penggemar radio SSB putih... ... tamatlah kami!" Seorang menjelaskan bahwa ia masih sempat mendengarkan kata-kata terakhir dari Letnan Taylor kepada para penerbang lain, "Jangan mengikuti saya! Sepertinya mereka datang dari angkasa luar!"

Kejadian apa yang sebenarnya menimpa mereka?