About

Hi guys... blog ini menghimpun serakan fakta-fakta dan kisah-kisah misterius yang selalu mngundang rasa penasaran banyak orang. Apakah kamu termasuk penggemar cerita sejenis itu? Legenda-legenda misterius semisal teka-teki Segitiga Bermuda, kebenaran Benua Atlantis, keberadaan UFO, fakta kehidupan di Planet Mars, atau kondisi masa lalu Pulau Irian, misteri perputaran waktu, kutukan kematian dari Mesir jejak-jejak reinkarnasi, misteri bangunan terberat di dunia, kebenaran cerita vampir, dan lain sebagainya. Jadi, simak artikelnya dan tuntaskan rasa penasaranmu! Kalo suka please follow ya...Enjoy :)
Showing posts with label Mesir Kuno. Show all posts
Showing posts with label Mesir Kuno. Show all posts

Monday, December 5, 2011

Mempertanyakan Kunjungan UFO Masa Purba

Kemunculan tamu asing dari peradaban luar bumi ternyata tidak hanya ramai dibicarakan pada masa sekarang. Jauh-jauh hari pada peradaban terdahulu telah terekam tanda-tanda kehadiran tamu asing tersebut. Apakah mereka benar-benar pernah hadir di Bumi ataukah ini semacam imajinasi kolektif umat manusia akhirnya akan memunculkan cerita-cerita tamu makhluk asing. Terlepas imajinasi atau tidak, hal ini adalah buah kesadaran manusia terhadap kebesaran alam semesta. Di alam yang tidak tak terbatas ini apakah hanya manusia satu-satunya peradaban yang diciptakan Tuhan?

Dunia pernah dibuat terkejut ketika beredar kabar telah ditemukan Batu Dropa dan Lempeng Lolladoff. Artfeak purba Batu Dropa ditemukan tahun 1938 oleh tim dari Beijing University ketika melakukan ekspedisi di wilayah terpencil di Bayan-Kara-Ula di kaki pegunungan Himalaya. Seorang bernama Chi Pu Tei diceritakan memimpin ekspedisi tersebut. Mereka berhasil menemukan kuburan-kuburan kecil yang bersisi kerangka-kerangka manusia dengan tinggi sekitar 1-1,2 m di dalam gua. Di dalam kuburan itu pula mereka menemukan batu-batu lempeng berbentuk lingkaran yang berdiameter sekitar 30 cm dengan ketebalan hampir 1 cm. Batu-batu yang ditemukan berjumlah 716 buah diperkirakan berusai sekitar 12.000 tahun. Artefak inilah yang dinamakan Batu Dropa. Setelah diadakan penelitian ternyata lempeng Batu Dropa berisi tulisan mikroskopik yang sangat rumit.

Tulisan di Batu Dropa berhasil ditransletrasikan oleh Dr.Tsum Um Nui. Ketika dipublikasikan, dunia sempat dilanda kegemparan. Tulisan dalam Batu Dropa yang katanya berhasil ditransletrasikan itu mengundang kontroversi. Tulisan itu menceritakan sebuah ras alien bernama Dropa telah mendarat darurat di wilayah Himalaya. Mereka terpaksa tinggal di Bumi dan akhirnya hidup berdampingan dengan suku Han.

Hasil penelitian ini sempat dicekal oleh Beijing Academy of Pre-History. Namun, setelah dilakukan berbagai usaha akhirnya paper akademik tersebut diterbitkan pada 1962. Selain menimbulkan kegemparan, apa yang diungkapkan Tsum Um Nui mendapatkan cemoohan dari kalangan ilmuwan. Tidak tahan dengan tekanan yang ditujukan kepadanya Tsum Um Nui menarik diri dari dunia akademik dan tinggal di Jepang sampai akhir hidupnya.

Sementara itu, Lempeng Lolladoff adalah lempengan batu yang ditemukan di wilayah Nepal. Lempeng Lolladoff menggambarkan objek berbentuk piring terbang dan makhluk alien. Lempeng ini diperkirakan berusia 12.000 tahun dan petama kali dipublikasikan tahun 1947 oleh Profesor Lolladoff.

Setelah diadakan penelitian lebih lanjut kebenaran Batu Dropa dan Lempeng Lolladoff mulai terkuak. Ternyata dua penemukan tersebut hanyalah kisah fiksi belaka. Keberhasilan Tsum Um Nui menerjemahkan tulisan mikroskopis di lemepeng Batu Dropa menimbulkan tanda tanya besar. Kamus dan pengetahuan bahasa apa yang dia pakai dalam menerjemahkan tulisan tersebut? Sampai sejauh ini tidak pernah diketahui adanya kamus untuk mengartikan bahasa Dropa. Memang, ada suku Dropa yang mendiami wilayah Tibet bagian utara, tetapi bukan suku itu yang dirujuk Batu Dropa. Lagipula suku ini bukan suku pigmi seperti yang diceritakan Chi Pu Tei. Artefak Batu Dropa ditemukan sejumlah 716 buah, tetapi setelah diadakan penelusuran di museum-museum China bahkan seluruh dunia tidak ada artefak semacam itu ditemukan. Lebih mengejutkan lagi ternyata nama Tsum Um Nui disinyalir hanya fiktif belaka, begitu juga dengan Bejing Academy of Pre-History yang ternyata hanya sebuah akademi fiktif.

Bagaimaan dengan lempeng Lolladoff?

Lempeng Lolladoff pertama kali dipublikasikan dalam buku Sungods in Exile yang ditulis oleh dr. Karly Robin Evans dan diedit oleh David Agamon. Pada 1988 kepada majalah Fortean Times, yang berisi kebohongan . Dr. Karly Robin Evans yang disebutnya sebagai penulis buku tersebut sebenarnya hanyalah tokoh imajiner. Jadi sama halnya dengan Batu Dropa. Lempeng Lolladoff pun artefak semu.

Jika Batu Dropa dan Lempeng Lolladoff terbukti hoax bagaimana dengan cerita di bawah ini.

Sebuah kuil peninggalan bangsa Mesir Kuno di Abydos merekam jejak keberadaan UFO purba. Kuil Abydos adalah peninggalan bangsa Mesir Kuno kira-kira didirikan 4000 SM. Pada masanya, kuil ini didirikan sebagai pusat pemujaan untuk Osiris. Pada salah satu dinding terdapat relief seperti helikopter, kapal selam, atau bisa dilihat seperti sebuah UFO. Sayangnya, tidak ada keterangan lebih lanjut gambar-gambar aneh itu mempresentasikan apa. Apakah relief itu benar-benar menggambarkan keberadaan pesawat-pesawat luar angkasa?
Relief Kuil Abydos yang belum terpecahkan
Selain Kuil Abydos, bangsa Mesir Kuno juga meninggalkan bukti sejarah lain, yakni sebuah papirus. Papirus ditemukan Alberto Siliotti berasal dari abad ke-15 SM yang merupakan buku harian Thutmosis III (Firaun Meskir Kuno dinasti ke-18, 1504-1450 SM). Papirus itu menceritakan kemunculan lingkaran api yang muncul di angkasa. Lingkaran itu tidak memiliki kepala, napasnya berbau busuk dan tidak bersuara. Semakin hari banyak lingkaran tersebut di langit. Para prajurit terus mengawasi benda-benda aneh di angkasa dan sang raja menyuruh rakyatnya membakar kemenyan agar mendapatkan keselamatan dan kedamaian.

Argumen bahwa UFO berikut penumpangnya pernah mengunjungi bumi tidak dapat dipastikan kebenarannya. Agaknya, ini masih menjadi misteri untuk tahun-tahun mendatang. Tantangan tersendiri bagi para arkeolog, sejarawan, dan astronom. Apakah benar-benar ada peradaban di luar bumi dan benarkah peradaban di bumi pernah dikunjungi peradaban dari luar?


Thursday, October 20, 2011

Piramida Khufu, Misteri Bangunan Terberat di Dunia

Mesir adalah negeri eksotik yang menyimpan sejumlah misteri tanpa jawab. Di tengah gurun yang panas dan kering, di sana tertumpuk batu-batuan seberat puluhan ton. Setiap orang tahu batuan tersebut tidak asal tumpuk, tetapi membentuk bagnunan megah yang mengagumkan. Ya, siapa yang tidak mengenal piramida? Bangunan berbentuk limas yang ditemukan di Mesir, tetapi juga di Amerika bagian tengah dan selatan, pun di Asia. Candi Borobudur, candi terbesar di dunia pun ditengarai sebagai bentuk piramida dalam versi lain.

Piramida tertua di Mesir terletak di Saqqara. Piramida ini adalah kuburan Fir'aun Djoser yang diperkirakan dibangun pada 2600 SM. Menurut catatan sejarah Piramida Djoser didesain oleh Imhotep dengan menumpuk batu membentuk tangga menuju puncak. Bentuk tangga ini dimaksudkan agar ruh yang meninggal dapat naik ke langit dengan melewati tangga-tangga tersebut. Generasi berikutnya 1.400 tahun setelah kematian Imhotep, orang tersebut dijadikan dewa.

Sementara itu, piramida terbesar di Mesir dinamakan Piramida Khufu (Cheop). Piramida ini adalah satu dari tiga piramida yang terletak di wilayah Giza. Dua piramida lainnya bernama Piramida Khafre dan Piramida Menkaure. Namun, dua piramida ini tidak sebesar Piramida Khufu dari dinasti ke-4 Mesir yang memerintah dari 2590-2567 SM. Luasnya sekitar 0.5 km2 dengan tinggi 148m. Jumlah batu yang digunakan mencapai 2.5 juta blok batu. Masing-masing blok batu sebesar 2 ton hingga 70 ton. Oleh sebab itu, berat keseluruhan bangunan ini sekitar 6.5 juta ton. Pembangunannya diperkirakan memakan waktu 80 tahun dengan mengerahkan pekerja 20.000-30.000 orang. Sungguh bukan pekerjaan mudah.
Piramida Khufu dan Sphinx yang terletak di depannya

Mengapa orang zaman dahulu menyukai bangunan berstruktur limas? Menurut para ahli bentuk limas inilah yang paling sederhana dan paling awal diketahui manusia. Namun, apabila dipikirkan ulang bentuk limas ini tidak sesederhana yang dibayangkan. Agar mendapatkan bentuk limas sempurna, seorang arsitek harus menghitung sudut-sudut keempat sisi sehingga diperoleh bentuk kerucut. Jika keempat sudutnya miring dan sedikit menyimpang, maka ketika menutup titik puncak tidak mungkin menyatu di satu titik. Jika ini terjadi, maka pembangunan dinyatakan gagal. Selain itu, hal lain yang perlu diperkirakan adalah bagaimana memotong, mengangkut, memasang balok-balok batu ke tempatnya. Batu-batu tersebut dipotong dengan ketepatan yang luar biasa sehingga ketika ditumpuk tidak menyisakan celah sedikit pun. Bahkan, selembar kartu pun tidak akan mampu menelusup ke celahnya.

Terdapat perbedaan antara piramida di Mesir dengan piramida yang didirikan bangsa Mesoamerika (suku Maya, Tottec, Inca, dan Aztec). Piramida yang dibangun suku Maya misalnya yang terdapat di kota bersejarah Chichen Itza, piramida di sana puncaknya berbentuk datar, sedangkan yang ada di Mesir puncaknya berbentuk kerucut.

Setiap piramida dibangun dengan tujuan-tujuan khusus dan dengan perhitungan yang cermat. Di Mesir selain sebagai makam, pembangunan piramida juga merepresentasikan kepercayaan yang mereka anut. Bangsa Mesir Kuno memuja banyak dewa, salah satunya adalah Dewa Ra (Matahari) sebagai dewa tertinggi. Oleh sebab itu, dalam membangunn piramida hampir dipastikan pada bagian atasnya terdapat sebuah lubang. Lubang ini menghadap ke arah matahari terbit.

Bangsa Mesir kuno memercayai ketika seorang fir'aun meninggal, dia akan menjadi raja orang-orang mati yang disebut Osiris. Sementara fir'aun yang baru akan menjadi Horus, dewa langit dan pelindung dewa matahari. Terbit dan tenggelamnya matahari melambangkan pergantian siklus ini. Ruh fir'aun yang meninggal dipercaya masih tetap berada di tubuh jasmaninya asalkan tubuh tersebut tidak rusak. Oleh sebab itulah, mayat fir'aun dimumikan agat bertahan lama dan dirawat baik. Jika mayat fir'aun rusak, dia tidak dapat menjalankan tugasnya sebagai raja orang-orang mati. Malapetaka akan datang jika hal ini terjadi. Selain itu, bagi orang-orang yang membangun piramida fir'aun dipercaya ruh mereka akan abadi setelah mati.

Piramida Khufu dikenal dunia ketika Herodotus, sejarawan dari Yunani mengunjungi Mesir pada tahun 450 SM. Dia menuliskan mengenai pendirian Piramida Khufu, kapan didirikan, dan bagaimana mendirikannya. Namun, seluruh penjelasannya dibingkai dengan kata konon katanya. Sesuatu yang mengindikasikan masih membutuhkan verifikasi. Akan tetapi, apa yang diungkapkan Herodotus di kemudian hari seakan menjadi dalil bagi sarjana-sarjana sejarah setelahnya.

Sampai pada 2008, di Mesir telah ditemukan piramida berjumlah 118 buah. Dari seluruh jumlah itu ternyata Piramida Khufu memiliki karakteristik yang berbeda dari piramida kebanyakan, terutama patung Sphinx yang berada di depannya. Hal ini menimbulkan sangkaan bahwa mungkin saja Piramida Khufu, bangunan terberat yang pernah didirikan manusia dan Sphinx bukan hasil pembangunan bagnsa Mesir Kuno, melainkan bagnsa sebelumnya yang sudah lama punah. Bangunan itu sudah ada di sana sebagai peninggalan bisu sebelum bangsa Mesir Kuno menemukan dan melanjutkan pembangunannya.

Saturday, August 13, 2011

Kutukan Kematian Dari Mesir

"Kematian akan segera mendatangi mereka yang menyentuh makan Pharaoh".

Kalimat ini terpahat pada prasasti di dekat pintu makan Fir'aun Tutankhamen. Selang 14 hari setelah penemuan makam itu, dua orang yang terlibat langsung di dalamnya meninggal secara misterius. Tujuh tahun kemudian, jumlahnya membengkak menjadi 13 orang. Apa yang melatarbelakangi meninggalnya orang-orang itu? Apakah kutukan sang Fir'aun memperlihatkan keampuhannya?

Howard Carter dalam penyelidikannya
Pada November 1922, Howard Carter, arkeolog asal London, Inggris yang mengabadikan hidupnya untuk mendalami kebudayaan Mesir Kuno tengah didera keputusaasaan. Carter terobsesi menemukan salah satu makan Fir'aun Mesir Kuno dari dinasti ke-18 yang dikenal sebagai Fir'aun termuda dalam Kerajaan Mesir Kuno, yakni Tutankhamen. Setelah mengadakan penyelidikan selama bertahun-tahun tidak ditemui perkembangan berarti. Tutankhamen adalah raja Mesir Kuno yang bertahta dari tahun 1347 SM hingga 1339 SM. Ia masih anak-anak ketika diangkat menjadi Fir'aun dan meninggal dalam usai 18 tahun. Tutankhamen adalah generasi terakhir dari dinasti ke-18 yang memerintah Mesir dari tahun 1567 SM sampai 1339 SM. Fir'aun yang terkenal lain dari dinasti ini adalah ratu pejuang Hatshepsut (Fir'aun wanita selain Nefertiti dan Cleopatra) dan Thutmose III yang membawa Mesir Kuno ke puncak kejayaannya sekitar tahun 1400 SM. Sementara itu, Tutankhamen adalah putra Akhenaten, Fir'aun yang berpengaruh dan revolusioner. Dia adalah raja yang menggeser pemujaan banyak dewa Mesir Kuno menjadi pemujaan dwa tunggal dan memindahkan ibukota kerajaan ke Amarna.

Ketika Tutankhamen meinggal (kemungkinan besar terbunuh), istrinya yang juga saudara tirinya Ankhesenamun tengah berada di bawah kekuasaan musuhnya, Ay dan Jenderal Horemheb. Setelah kekuasaan Dinasti ke-18 berakhir, Dinasti ke-19 yang tidak menyukai peraturan Dinasti ke-18 mecoret nama raja-raja Amarna dari daftar keluarga raja. Monumen Tutankhamen , Fir'aun yang tidak terlalu berkesan dihancurkan dan lokasi makamnya dilupakan. Ketika Dinasti ke-20 memerintah Mesir Kuno, raja muda yang malang ini benar-benar dilupakan. Makam Ramses VI dibangun di atas makam Fir'aun Tutankhamen.

Setelah bersusah payah melakukan penyelidikan akhirnya makam yang terlupakan itu ditemukan oleh Carter. Empat meter di bawah makam Ramses VI mereka menemukan pintu masuk pada dinding btu yang emnuju lorong dengan tinggi tiga meter dan lebar dua meter. Setelah membersihkan puing-puing, terlihat bagian atas pintu batu yang tertutup. Sang raja muda akhirnya kembali dan ini adalah penemuan terbesar dalam abad ke-20.
Makam Fir'aun Tutankhamen
Lord Carnavor, orang yang mendanai proyek Carter segera datang setelah mendapatkan kabar menggembirakan itu. Ketika semua puing disingkirkan, di pintu batu terlihat segel Fir'aun Tutankhamen. Begitu pintu batu berhasil dibuka, membutuhkan waktu dua hari lamanya untuk membersihkan puing-puing pada tangga menurun. Mereka pun menemukan pintu kedua yang bersegel Royal Necropolis dan Tutankhamen. Para pekerja membuat lubang pada pintu batu, dengan cahaya lilin Carter melongok ke dalam makam dan terpesona, "Barang-barang yang menakjubkan", katanya penuh antusias.

Pintu itu berhasil dibuka pada 17 Februari 1923 oleh Lord Carnavor. Di dalamnya ditemukan harta karun yang luar biasa banyaknya. Mumi Tutankhamen terbaring di dalam tiga peti mati. Dua peti mati yang paling luar terbuat dari emas yang dipasangkan pada rangka kayu. Sementara satu peti terdalam terbuat dari 300 pound emas murni. Mumi itu tertutup topeng kematian seorang raja laki-laki. Setelah topeng dibuka, terlihat mumi Tutankhamen terbalut 13 lapis kain linen. Carter menemukan seuntai kalung pengusir iblis setelah dia membuka lapisan linen. Selama berabad-abad damar dan minyak yang digunakan untuk membuat mumi berubah menjadi lem yang merekatkan kain linen. Untuk melepaskan kalung itu, Carter memotong-motong mumi.

Setelah keberhasilan Carter menemukan makam Tutankhamen kejadian-kejadian ganjal mulai terjadi. Lord Carnavor meninggal pada 6 April 1923 karena pneumonia, komplikasi akibat gigitan nyamuk yang terinfeksi. Tidak selang berapa lama, LAdy Carnavor meyusul kematian suaminya. Pada tahun yang sama pecky Callender, orang yang sempat membantu Carter juga mengalami kematian yang tidak jelas penyebabnya. Belum berakhir, kematian misterius kembali dialami oleh George Jay Gould. Malam hari setelah mengunjungi makam sang Fir'aun ia terkena demam dan esoknya menemui ajal. Lebih anehnya lagi arthur C. MAce dari Metropolitan Museum of Art di New York dan George Benedite dari Museum of Art di New York meninggal dunia secara misterius setelah memamerkan harta karun sang Fir'aun di museum mereka. Tak pelak lagi kematian misterius itu dihubung-hubungkan dengan kutukan sang raja.

Kutuka Tutankhamen kembali disalahkan atas kematian orang-orang yang sebenarnya tidak terlalu turut andil dalam penemuan peristirahatan sang Fir'aun. Sekretaris pribadi Howard Carter, robert Bathnell meninggal dengan sebab yang tidak dapat dijelaskan. Tiga bulan berselang ayah Bathell, Westbury yang menyalahkan kutukan Tutankhamen atas kematian anaknya tewas dengan melompat dari lantai tujuh. Rupanya, kutukan belum pergi. Ketika kereta jenazah meangkut Lord Westbury menuju makam, kereta itu menabrak seoranga anak berusia 8 tahun dan tewas seketika. Hingga saat ini terhitung kurang lebih 25 orang meninggal dunia yang disangkutpautkan dengan kutukan Tutankhamen. Kejadian terakhir menimpa seorang wisatawan Sheryl Munson di tahun 1995.

Benarkah kutukan itu menjadi kenyataan?

Banyak ilmuwan mulai mencoba menyelidiki kutukan tersebut. James Randi, pemain sulap terkenal, dalam bukunya Encyclopedia of Claims, Fraunds adn Hoaxes of the Occult and Suprantural mencatat kematian orang-orang Eropa yang hadir ketiak makam Tutankhamen dibuka. Berdasarkan tabel aktuaria, tabel yang menggambarkan nilai harapan hidup manusia berdasarkan pada tempat tinggal, penyakit yang diderita, gaya hidup, dll. Randi memeriksa tabel aktuaria mereka yang meninggal yang dihubung-hubungkan dengan kutukan sang Fir'aun.

Hasilnya, tidak ada sesuatu yang mengejutkan. Orang-orang yang hadir pada prosesi pembukaan makan, hidup satu tahun lebih lama dibandingkan ramalam tabel aktuaria. Howard Carter meninggal pada usaia wajar yaitu 66 tahun. Dr. Douglas Derry, Dan Alfred Lucas, ahli kimia yang menganalisis jaringan tubuh mumi, meninggal pada usia 79 tahun. Penelitian ini menunjukkan tidak ada pengaruh nyata pada harapan hidup orang-orang yang terlibat penggalian tersebut.

Penelitian selanjutnya membuktikkan bahwa tidak ada perasn serta kutuka Tutankhamen dengan kematian orang-orang yang disangkakan. Pelaku sebenarnya adalah organisme kecil, tapi kasat mata yang bertempat di dinding makam. Mereka adalah bakteri-bakteri mematikan yang telah berumur 3000 tahun lamanya. Dinding-dinding makam yang berornamen indah sebenarnya diselimuti jamur cokelat kecil. Bekteri mungkin timbul dari kelembapan setelah makam ditutup. Pembunuh itu adalah Aspergillus niger, bakteri yang menyerang sistem pernapasan manusia. Tim dokter yang menangani Sherly Munson, pengunjung makam Fir'aun yang meninggal setelah mendatangi makam berhasil menemukan jamur Aspergillu niger di paru-parunya. Setelah diteliti, ternyata ada banyak bakteri serupa di makam sang Fir'aun Tutankhamen.

Satu misteri berhasil dipecahkan.